Gulir ke bawah untuk membaca
Contoh Gambar di HTML

Nasional

Angkat Ekonomi Masyarakat, Edih Ruhdiyat Buka UMKM

×

Angkat Ekonomi Masyarakat, Edih Ruhdiyat Buka UMKM

Sebarkan artikel ini

“Tiga tahun merintis UMKM pabrik kerupuk di Kampung Pasirparahu, ciptakan sumber daya manusia dan bantu masyarakat kecil menengah”

METROMEDIANEWS, CIANJUR – Edih Ruhdiyat (28) Pengusaha Muda asal Kota Sukabumi, patut diacungi jempol dan diapresiasi dalam kiprahnya mengangkat dan menciptakan peluang bisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bagi masyarakat.

Tiga tahun merintis dalam mengelola usahanya, kini Edih dan warga binaannya di Kampung Pasirparahu, Desa Selajambe, Kecamatan Sukaluyu, Cianjur, sudah dapat merasakan hasil dari usahanya tersebut.

Berkat kegigihan, kerja keras dan kerja sama yang solid, kini Edih dapat mengembangkan usahanya dengan membuka UMKM pabrik kerupuk bagi warga disekitar Kampung Pasirparahu.

Edih menjelaskan, bahwa dirinya merintis dan mengembangkan usahanya termotivasi oleh orang tuanya. “Ayah saya yang selalu mensupport dan mendukungnya dalam berwiraswasta. Semua dilakukan dari nol dan hingga kini usahanya kian pesat dan berkembang,” ujar Edih kepada MMN, Senin (26/11/2018).

Edih menyampaikan, dirinya memutar otak dan bekerja keras dalam membangun usahanya agar maju dan sukses. “Tentunya segala sesuatunya saya lakukan untuk mensejahterakan keluarga. Oleh karena itu saya merintis usaha kecil-kecilan UMKM pabrik kerupuk,” ungkapnya.

READ  Besok Putusan MK Terkait Pilpres Dibacakan, AHY: Saya Hanya Berharap Bangsa Kembali Bersatu

Untuk produksi tidak dilakukan di Cianjur, Edih menambahkan, hanya dilakukan proses open (langseng-red) dan penjemuran bahan, kemudian di goreng. “Di Sukabumi itu milik orang tua saya, dari mulai awal cetak hingga akhir pemasaran karena melihat sikon dan situasi pemasaran bagus tidaknya untuk kedepan,” terangnya.

Ternyata peluang usaha yang dilakukannya diwilayah Cianjur terbilang sangat bagus dan lancar pemasarannya. Saat ini Edih melibatkan dan memperkerjakan belasan warga Kampung Pasirparahu sebagai karyawannya. “Konteksnya adalah menciptakan usaha untuk keluarga dan membantu para pedagang warung kecil,” ucapnya.

Edih memaparkan, dalam sebulan hasilnya cukup memuaskan. Sebulan omset perusahaan berkisar Rp 5 juta, tergantung pada kelincahan pemasaran, bahkan bisa lebih. “Kepintaran adalah titik temu menjadikan produk menembus target, sehingga omset bisa melejit,” katanya.

Ia menambahkan, pabrik tidak cetak juga omsetnya cukup lumayan. Apalagi cetak atau produksinya. “Disini hanya menyiapkan bahan kerupuk (beli), minyak, dan mesin pengering saja. Prosesnya cepat dan mudah kalau tidak produksi. Jadi gak ribet,” imbuhnya.

READ  Presiden Jokowi Bertolak ke Gorontalo Untuk Kunjungan Kerja

Dalam sehari ada sekitar 30 ribu kerupuk atau satu kintal yang dipasarkan. “Mudah-mudahan usaha ini bisa maju dan berkembang. Terutama membantu warga kecil menengah di bidang home industri, dan Pemkab Cianjur melalui dinas terkait harus mendukung penuh dan mensupport,” tandasnya.

Penulis: Jay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *