Gulir ke bawah untuk membaca
Contoh Gambar di HTML

HOME

Atang Sumardi: Semoga Hasil Tes SDJ Tidak Ditemukan Positif Mikrofilaria

×

Atang Sumardi: Semoga Hasil Tes SDJ Tidak Ditemukan Positif Mikrofilaria

Sebarkan artikel ini

METROMEDIANEWS.CO – Jika pada saat pemeriksaan dan pencegahan masal upaya penanganan penyakit Filariasis selama kurun waktu 5 tahun. Dan apabila di ulang selama 2 putaran, maka akan memberatkan Pemda Kabupaten Tasikmalaya.

“Untuk anggaran kemarin Pemda Kabupaten Tasikmalaya sudah menghabiskan biaya sekitar 3 Milyar,” ujar Atang Sumardi S.Kb. MM Kapala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, di sela-sela kegiatan Survai Darah Jari (SDJ) penyakit Filariasis di Gor Desa Cisayong, Senin (21/5).

Atang berharap, dari hasil survai Survai Darah Jari (SDJ) tidak di temukan warga yang positif Mikrofilaria.

Sementara itu Jajang Permana selaku Tokoh Masyarakat desa Cisayong, berharap warganya tidak ada yang terjangkit penyakit Filariasis.

“Seperti dikatakan Kabid bahwa Desa Cisayong adalah yang pertama di temukan adanya penderita penyakit Filariasis. Kemudian Dinas Kesehatan melakukan pengobatan selama 5 tahun, dan semoga pengobatan tersebut bisa berhasil dicegah. Yang sakit bisa sembuh, dan bagi yang sehat jadi lebih sehat kalau memang obatnya di makan,” katanya kepada MMN saat dihubungi via telepon selularnya.

Masih dikatakan Jajang, seandainya mau ada tes darah lagi, pengobatan dan lainnya di harapakan Dinkes dapat memberikan Sosialisasi langsung kepada masyarakat untuk menjelaskan penyakit tersebut secara utuh.

“Maksudnya agar masyarakat paham dan mau makan obat, karena dampak setelah makan obat itu ada efek pusingnya, sehingga masyarakat tidak mau makan. Tidak menutup kemungkinan banyak obat yang tidak di makan sehingga pencegahannya tidak akan berhasil,” pungkasnya.

Penulis: Budi
Editor: Dedy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *