Gulir ke bawah untuk membaca
Contoh Gambar di HTML

#
#
Nasional

Bangunan MDA Al Muhsinin Kondisinya Rusak Parah, Butuh Perhatian Pemerintah

×

Bangunan MDA Al Muhsinin Kondisinya Rusak Parah, Butuh Perhatian Pemerintah

Sebarkan artikel ini
2 Pengunjung

METROMEDIANEWS, BENGKALIS – Kondisi bangunan Madrasah Dasar Agama (MDA) Al Muhsinin yang terletak di Dusun Kampung Parit, Desa Pangkalan Batang Barat, Kabupaten Bengkalis, Propinsi Riau, kondisinya sangat memprihatinkan.

Pantauan MMN, tampak atap sekolah sudah keropos dan bocor, bahkan plafon luar dan dalam rusak parah sehingga sangat membahayakan keselamatan bagi murid dan guru saat melakukan kegiatan belajar mengajar.

Hidayat selaku Sekretaris Yayasan mengatakan, bahwa kondisi sekolah memang sudah sangat tidak layak dan harus segera direnovasi.

“Saat ini kami inisiatif bersama warga dengan melakukan swadaya secara sukarela. Memang untuk renovasi membutuhkan biaya yang besar, namun saat ini anggaran swadaya sudah terkumpul sekitar Rp 6 jutaan,” ujar Hidayat kepada MMN melalui via WhatsApp, Kamis (21/2/2019).

Ia menambahkan, dirinya mengapresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi untuk pembangunan sekolah.

“Mudah-mudahan pihak lain seperti pemerintah daerah dan swasta ikut mendukung dan berpartisipasi agar apa yang kita harapkan bersama demi MDA Al Muhsinin untuk anak cucu kita menimba ilmu agama,” harapnya.

Disinggung terkait biaya operasional kegiatan belajar MDA, Hidayat menjelaskan bahwa pihak sekolah tidak memungut biaya SPP kepada siswanya dan hanya mengandalkan sumber dana dari sukarela untuk membeli alat tulis.

“Memang sekolah keagamaan kurang diperhatikan karena ranahnya Kementrian Agama itupun lama responnya, terpaksa Pemda Bengkalis harus turun tangan,” terangnya.

Sementara itu warga sekitar saat diminta tanggapannya terkait bangunan MDA Al Muhsinin banyak menyayangkan dan prihatin dengan kondisi bangunannya.

“Kondisi sekolah ini memang sudah tidak layak karena sudah rusak bahkan hampir ambruk dan tentunya hal ini sangat membahayakan keselamatan murid dan guru saat belajar,” ujar salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya.

Ia menjelaskan, sekolah ini tempat anak-anak belajar ilmu agama siang nya setelah mereka pulang dari sekolah umum pagi (SD) dan muridnya dari warga setempat dan desa tetangga.

“Muridnya ada sekitar 62 orang dengan tenaga guru honor berjumlah 6 orang, sebab sekolah ini berbentuk yayasan pak,” ucapnya.

Lebih dari itu, dirinya dan warga sekitar berharap peran serta pemerintah untuk membantu renovasi bangunan sekolah itu.

“Jika perbaikan pembangunan ini menghandalkan donatur dari masyarakat tanpa adanya bantuan dari pemerintah setempat dan instansi terkait rasanya sangat mustahil karena biayanya cukup besar ditafsir hingga jutaan rupiah,” pungkasnya.(Effendy Basri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *