Gulir ke bawah untuk membaca
Contoh Gambar di HTML

#
#
HOME

Banjir Bandung Selatan Kian Parah

×

Banjir Bandung Selatan Kian Parah

Sebarkan artikel ini
15 Pengunjung

METROMEDIANEWS.CO – Sudah hampir tiga minggu banjir di Bandung Selatan belum juga surut disebabkan intensitas air hujan dibeberapa daerah di Kabupaten Bandung masih cukup tinggi, diperparah dengan banyaknya lahan yang berubah fungsi seperti lahan persawahan menjadi perumahan dan pusat pertokoan serta pabrik, sehingga air tidak terserap yang pada akhirnya masuk ke pemukiman warga.

Pantauan MMN, daerah yang paling parah di terjang banjir diantaranya Kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah, Majalaya, Bojongsoang, Banjaran, Rancaekek dan sekitarnya, hingga ketinggian air mencapai hingga 2 meter.

Dikatakan Boris warga Kampung Pamengpeuk, Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah, bahwa banjir sudah hampir tiga minggu merendam rumahnya.

“Baru saja dibersihkan air sudah naik lagi, ini sudah hampir tiga minggu dan hujan terus menerus mengguyur. Kami sebagai warga hanya minta solusi dari Pemerintah setempat agar banjir tidak terulang kembali dikemudian hari dan kami sangat berharap perhatian serta bantuannya bagi korban banjir,” ujarnya.

Diketahui hingga Jumat (9/3) banjir masih menggenangi rumah penduduk dan memutuskan Jalan Mochamad Toha hingga Banjaran, adapun Jalan alternatif dari Kabupaten Bandung menuju Kota Bandung melalui Jalan Rancamanyar atau Bojongsoang, namun kedua jalan tersebut sangat parah kemacetannya apalagi Jalan penghubung di Bojongsoang hingga kini masih tergenang air sebatas lutut orang dewasa.

Sedangkan banjir musiman yang melanda Desa Dayeuhkolot disampaikan Yayan Setiana Kades Dayeuhkolot mengatakan, hujan deras di sekitar Bandung Selatan Kabupaten Bandung beberapa hari ini menyebabkan rumah penduduk di Desa Dayeuhkolot terutama di RW 01 Babakan Sangkuriang 02 Citeureup, 03 Cilisung, 04 Bojong Asih, 05 Bojong Asih, 08 Bolero, 09 Kaum, dari jumlah 14 Rukun Warga adapun ketinggian air bervariatif mencapai minimal 30 cm hingga 1 meter. Namun hingga saat ini belum ada evakuasi korban karena dinilai masih aman.

Lebih lanjut Yayan mengatakan bahwa pada hari Selasa (20/2) air datang pada malam hari namun banjir masih dalam taraf aman kami telah koordinasi sengan Muspika untuk langkah selanjutnya.

“Sekarang saya bersama Kapolsek akan ke lokasi banjir untuk memantau sampai sejauhmana dampaknya terhadap masyarakat akibat banjir,” terang Yayan kepada MMN, Jumat (9/3).

Sementara itu Kapolsek Dayeuhkolot Kompol Rismanto beserta Jajaranya mengunjungi Desa Dayeuhkolot untuk berkoordinasi memantau banjir.

Namun berbeda dengan hari ini ketinggian air semakin naik. Sedangkan di Desa Bojonggsoang Aparatur Desa Bojongoang sudah menampung beberapa warga korban banjir di tempat pengungsian dengan membuat dapur umum.

(ADR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *