MMN.co, Tulungagung – Menjelang berakhirnya masa kepengurusan, Majelis Wakil Cabang Nahdhotul Ulama’ (MWC NU) Boyolangu menyelenggarakan Konferensi guna untuk memilih pengurus baru untuk masa bakti 2024 – 2029.
Kegiatan dengan tema “Memperkokoh Jami’iyyah Menyongsong Kemandirian Jama’ah” yang diselenggarakan pada Minggu pagi, 19 Mei 2024 ini diikuti oleh sembilan belas pengurus tingkat ranting se wilayah NU Boyolangu selaku pemilik suara.
Hadir dalam undangan selain jajaran pengurus ranting, konferensi ini juga di hadiri oleh pengurus MWC NU Boyolangu, jajaran Muspika Kecamatan Boyolangu, perwakilan pengurus banom serta pengurus PCNU Tulungagung.
KH. Abdul Hakim Mustofa selaku Ketua PCNU Tulungagung sebelum membuka pelaksanaan Konferensi, dalam sambutannya menyampaikan poin penting dan utama yang dilansir dari nasehat pendiri NU bahwa siapun yang mau mengurusi NU akan di anggap santri pendiri NU (KH. Hasyim As’ari).
“Siapapun yang ikhlas mengurusi NU, akan dianggap menjadi santri KH. Hasyim As’ari”, demikian terangnya di hadapan peserta Konferensi, 19/5/2024.
Selain itu KH. Abdul Hakim Mustofa juga sempat memberikan sedikit kritikan pada panitia sekaligus mengingatkan kepada semua peserta yang hadir bahwa di dalam organisasi NU ada belasan banom (badan otonom) sehingga semua logo banom seharusnya dicantumkan di setiyap bener kegiatan NU.
Kritikan oleh Ketua PCNU tersebut didasarkan pada pencantuman logo banom yang terdapat pada bener yang menjadi beground konferensi dimana hanya mencantumkan beberapa dan tidak keseluruhan.
“Banom NU itu ada belasan, seharusnya logo banom ditampilkan semua bukan hanya ini saja”, demikian disampaikan Ketua NU sambil menunjukkan logo banom pada beground.













