Gulir ke bawah untuk membaca
Contoh Gambar di HTML

HOME

Bukan Sekedar Sosialisasi Nomor 1, Tapi Mencari Aspirasi Masyarakat

×

Bukan Sekedar Sosialisasi Nomor 1, Tapi Mencari Aspirasi Masyarakat

Sebarkan artikel ini

METROMEDIANEWS.CO – Atalia Praratya istri Ridwan Kamil Calon Gubernur Jawa Barat akui bahwa kunjunganya ke Kampung Kreatif, Kampung Sukaruas, Desa Sukaraja, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, bukan hanya semata-mata kampanye pasangan calon Gubernur nomor urut 1, Ridwan Kamil.

“Berkunjung ke tempat ini, lebih kepada mencari aspirasi dari masyarakat dan keliling tidak hanya sosialisasi pasangang calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 1 saja,” ungkap Atalia Praratya kepada awak media, Senin (2/4/2018).

Namun Atalia menyampaikan, bahwa kedatangannya bagaimana bisa menampung aspirasi termasuk mencari potensi. “Tidak hanya tempat ini yang telah di kunjungi sebagai pabrik rumahan, mau pun tempat-tempat yang memang layak untuk di dorong terkait dengan parawisata,” katanya.

Lebih lanjut Atalia mengatakan, ternyata ketika di datangi, bisa melihat bagaimana potensi yang bisa di angkat dan lebih jauh bayak yang belum tersentuh, khusus wilayah Kabupaten Tasikmalaya memiliki luas 2700 KM persegi itu lebih luas, ada yang sulit untuk di jangkau terkecuali melihat sendiri secara langsung.

Ia menjelaskan, bahwa hari ini berkeliling termasuk juga Ridwan Kamil adalah untuk mencari potensi wilayah masing-masing, mudah-mudahan ini bisa membawa untuk kesejahtraan bagi masyarakat.

“Hikmah dari kunjungan tersebut, Alhamdulillah bayak belajar sehingga jadi tau bagaiman cara membuat produk-prodik seperti ini dan ternyata tidak mudah, perlu ke ahlian khusus,” terangnya.

Semoga menjadi inspirasi bagi wilayah-wilayah lain khususnya di Kabupaten Tasikmalaya karena melihat kalau Kampung Sukaruas ini bisa, wilayah-wilayah lain di Kabupaten Tasikmalaya mau pun di daerah-daerah di Jawa Barat tentu juga bisa, ucapnya.

lanjut, Atalia. Sehingga nanti masyarakat ada peluang untuk berusaha jadi tugasnya adalah mengawinkan antara yang punya lahan dengan yang membutuhkan bahan sesuai dengan kebutuhan pasar.

“Insya Allah sudah terbayang dengan berkelililing dari wilayah Kota/Kabupaten, termusuk di antaranya Kota Cimahi dan mereka juga punya potensi tetapi masih mengambil bahan dari Jawa Tengah atau Lampung sedangkan pabrik dan UKM nya ada di Jawa Barat,” jelasnya.

Ia berharap karena pada saat ini bayak peluang sekali terkait dengan kerajinan dan industri kreatif sehingga pendataan itu penting. “Agar tau tentang potensi di wilayah-wilayah sehingga di ketahui harus di bantu dengan apa kedepanya bisa saling dorong juga saling bantu dari satu daerah ke daerah lain,” pungkasnya.

(Budi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *