Gulir ke bawah untuk membaca
Contoh Gambar di HTML

#
#
Cianjur

Bupati Cianjur Resmikan Bumi Ageung Kampung Adat Miduana Naringgul

×

Bupati Cianjur Resmikan Bumi Ageung Kampung Adat Miduana Naringgul

Sebarkan artikel ini
42 Pengunjung

Metromedianews.co – Sebagai wujud kehadiran negara dalam pemajuan kebudayaan, Bupati Cianjur H. Herman Suherman, meresmikan Bumi Ageung Kampung Adat Miduana di Desa Balegede, Kecamatan Naringgul, Kab. Cianjur, Kamis (16/3/2023).

“Bumi Ageung ini sebagai bentuk perhatian pemerintah di Kabupaten Cianjur terhadap pelestarian dan pemajuan kebudayaan di Kampung Adat Miduana ini. Semoga bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan kegiatan warga adat disini,” kata Bupati.

Bupati mengatakan Pemkab Cianjur akan terus berupaya melakukan pemajuan dan pelestarian budaya di Kampung Adat Miduana ini. Ia meminta sejumlah dinas terkait yang mendampinginya untuk terus mendorong pembangunan di Kampung Adat Miduana ini.

Pada kegiatan yang dihadiri ratusan warga adat, para undangan dari berbagai desa penyangga serta tokoh masyarakat dan tokoh adat itu, Bupati menegaskan agar keberlanjutan serta pelestarian dan pembangunan Kampung Adat Miduana bisa makin maju dan sesuai dengan harapan seluruh masyarakat khususnya warga adat.

Sementara itu ditempat terpisah Ketua Lokatmala Foundation selaku pendamping seni budaya di Kampung Adat Miduana, Wina Rezky Agustina, mengatakan, sebagai rasa syukur sekaligus menyambut Ramadhan tahun ini, warga Kampung Adat Miduana Desa Balegede Kecamatan Naringgul akan kembali menggelar upacara kuramasan di Sungai Cipandak.

“Insyaallah sebagai rasa syukur atas karunia dan rahmat dari Yang Maha Welas Asih, sekaligus sebagai bentuk terimakasih atas dibangunnya Bale Ageung oleh Pemkab Cianjur dalam waktu dekat kami bersama warga adat di sana akan menggelar uapacara larung syukur dan kuramasan di Sungai Cipandak,” kata Wina dihubungi terpisah melalui telpon selepas mengikuti kegiatan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di Cirebon, Kamis (16/3/2023).

Disebutkan koreografer dan seniman multi talenta asal Cianjur itu, diresmikannya Bumi Ageung oleh Bupati Cianjur H. Herman Suherman merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan perhatian pada pemajuan kebudayaan.

“Kami menyambut upaya serius yang dilakukan Pemkab Cianjur yang telah melakukan revitalisasi di Kampung Adat Miduana secara bertahap selama ini. Ini sesuatu banget dan patut kita apresiasi,” ujarnya.

Menurutnya pembangunan Bumi Ageung di Miduana merupakan sebuah kemajuan dan patut disambut dengan penuh syukur. “Semoga upaya dan tahapan revitalisasi terhadap Kampung Adat Miduana ini bisa terus berlanjut dengan lebih baik lagi,” sambung Wina.

Sebab itu kata Wina, pihaknya bersama warga dan Karangtaruna Jiwa Sadana akan kembali menggelar upacara menyambut bulan suci Ramadhan 1443 Hijriah sehari sebelum bulan puasa tiba. Upacara ini selain dalam rangka menjaga tradisi Kampung Adat Miduana juga sebagai sarana mengambil pelajaran dari pesan-pesan spiritual yang terkandung di dalamnya.

“Kita bersyukur bisa kembali bertemu dengan puasa tahun ini tempat dimana kita bisa saling membahagiakan antar sesama mahluk, bulan penuh ampunan dan keberkahan. Semuanya tentu harus disambut dengan penuh gembira dan niat yang tulus,” ujarnya.

Kegiatan seni budaya dan tradisi warga Kampung Adat Miduana di Desa Balegede Kecamatan Naringgul Cianjur Kabupaten Cianjur Jawa Barat kini semakin dikenal publik termasuk meningkatkan kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Menyusul pendampingan kegiatan seni budaya yang dilakukan Yayasan Kebudayaan Lokatmala Indonesia atau Lokatmala Foundation dalam beberapa bulan terakhir.

Lokatmala Foundation mendorong upaya revitalisasi kampung adat tersebut ke berbagai pihak termasuk pemerintah karena berbagai seni budaya, tradisi dan adat kesundaan di wilayah itu terancam punah bila tidak segera mendapat perhatian semua pihak. Pemkab Cianjur sendiri kini tengah berupaya membangun berbagai fasilitas pendukung termasuk menerbitkan regulasi atas keberadaan Kampung Adat Miduana tersebut agar tetap lestari.

Disebutkan Wina, Kedusunan Miduana merupakan sebuah perkampungan yang masih berpegang teguh pada tradisi kesundaan yang kuat dalam kehidupan sehari-hari. Dusun tersebut terhampar dalam areal 1041 HA persegi, meliputi 11 rukun tetangga (RT) dan 4 rukun warga (RW) yang dihuni oleh 280 kepala keluarga (KK) terdiri dari 557 laki-laki dan 650 perempuan atau sekitar 1.207 jiwa.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *