Gulir ke bawah untuk membaca
Contoh Gambar di HTML

#
#
HOME

Desa Padaluyu Kembali di Hebohkan Dengan Kasus Pencabulan Anak di Bawah Umur

×

Desa Padaluyu Kembali di Hebohkan Dengan Kasus Pencabulan Anak di Bawah Umur

Sebarkan artikel ini
18 Pengunjung

KAB. CIANJUR, METROMEDIANEWS.CO – Warga desa Padaluyu, Cikadu, Jawa Barat, kembali dihebohkan dengan kasus pencabulan anak dibawah umur baru-baru ini. Mawar (nama samaran) bocah berusia 14 tahun, warga Kampung Pasirgebang, hamil 7 bulan tanpa diketahui siapa lelaki tak bermoral yang telah menghamilinya.

Atas kejadian itu warga sangat prihatin dan menyayangkan atas kasus pencabulan yang kembali terjadi di desa Padaluyu. Padahal belum hilang ingatan tentang kasus serupa dua tahun silam, yang mana seorang anak yang masih duduk dibangku sekolah dasar (SD) jadi korban pencabulan oknum gurunya sendiri.

“Kasus ini kian jadi perbincangan dan saya heran kenapa orang tua korban tidak mau melaporkan ke Polisi, sehingga menimbulkan banyak kecurigaan warga,” ungkap salah seorang nara sumber yang namanya minta dirahasiakan kepada MMN.CO saat dikonfirmasi.

Masih menurut nara sumber, bahwa pada awalnya pihak keluarga menyebutkan pelaku yang menghamili korban adalah BJ yang merupakan tetangganya. Namun kian santer ada dugaan lain bahwa pelaku pencabulan masih kerabat dekat korban sendiri.

“Diduga kuat pelaku yang menghamili korban adalah keluarga terdekatnya sendiri karena pihak keluarga tidak melapor kasus pencabulan yang dialami Mawar kepada pihak yang berwajib,” ujarnya.

Kecurigaan warga berdasarkan kuatnya dugaan bahwa pelaku yang menghamili Mawar adalah masih kerabat dengan inisial A. “Kalau BJ yang merupakan tetangga korban sudah beberapa kali punya istri tapi tidak punya keturunan, jadi BJ kemungkinannya sangat kecil bisa menghamili,” terang nara sumber.

Sementara itu RB ayah kandung korban membenarkan anak kandungnya Mawar yang masih dibawah umur telah hamil 7 bulan tanpa diketahui siapa yang menghamili anaknya.

“Benar anak saya sedang hamil 7 bulan, dan saya sudah menanyakan kepada anak saya siapa yang berbuat, tetapi setelah dilakukan musyawarah kepada orang bersangkutan yang disebut Mawar, orang itu malah balik menuduh saya,” ucap RB saat dikonfirmasi MMN.CO via telepon selular.

Dalam hal ini sepertinya RB tidak mau ambil pusing dan menerima atas kejadian yang menimpa anak kandungnya yang masih dibawah umur. “Sudahlah masalah ini jangan diperpanjang karena peristiwa ini menjadi penyakit bagi saya,” kata RB.

Tidak tegasnya RB atas kasus pencabulan yang menimpa Mawar sangat disayangkan banyak pihak dan warga desa Padaluyu. Hal ini tentunya menjadi kekhawatiran orang tua lainnya atas prilaku tak bermoral yang akan menghantui anak-anak. Seperti diketahui sebelumnya kasus pencabulan anak SD yang dilakukan oleh oknum guru kasusnya menguap begitu saja karena pelaku tidak sampai diadili padahal sudah dilaporkan ke pihak berwajib.

(Asep Zamzam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *