PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
Megapolitan

Dicurigai Ada Prostitusi Terselubung di Kawasan Ruko Kota Indah Jakarta

597
×

Dicurigai Ada Prostitusi Terselubung di Kawasan Ruko Kota Indah Jakarta

Sebarkan artikel ini

Metromedianews.co – Sejumlah tempat hiburan malam yang berlokasi di Kawasan Ruko Kota Indah, Jl. Pangeran Jayakarta, Tamansari, Jakarta Barat diduga menjadi lokalisasi prostitusi terselubung berkedok Bar dan Massage.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Hasil penelusuran wartawan, setidaknya ada sembilan tempat hiburan malam yang beroperasi dalam satu komplek kawasan Ruko Kota Indah yakni Astro Bar & Massage, Happy Bar & Massage, Mega Ayu Massage & KTV, Grand La Bar & Massages, New Sari Ayu Bar & Massage dan Grand MTR Bar & Massage.

Diketahui mereka menjajakan minuman keras beralkohol, sekaligus melayani pijat (massage). Pelayanan pijat (massage) inilah yang diduga hanya ‘kedok’ saja, padahal prakteknya menjalankan bisnis prostitusi terselubung.

“Jadi di lantai dasar untuk minum-minum (alkohol) ditemani oleh wanita-wanita yang telah disediakan oleh pihak Bar. Lalu kalau mau ML (hubungan badan) tinggal naik aja ke atas,” ujar Toni (30) bukan nama sebenarnya, saat berbincang dengan wartawan, Rabu (10/5) malam.

Menurut Toni, tarif untuk sekali main ML (make love) berkisar Rp500-700 ribu, tergantung kelas terapis.

“Kalau saya bayar yang Rp500 ribu/jam, tapi bagus koq,” tandasnya.

Menanggapi hal itu, Aktivis Sosial Jimmy Gunawan, SH, MH menduga tempat hiburan malam itu telah memberikan ‘upeti’ alias setoran ke pihak aparat, terutama Satpol PP dan Sudin Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Jakarta Barat, sehingga aman-aman saja mereka.

“Saya menduga Pol PP DKI Jakarta dan Dinas Parekraf serta jajarannya tahu, cuma tutup mata saja, karena diduga udah menerima upeti dari koordinator atau boss-boss lokasi itu,” ujar Jimmy, Kamis (11/5).

Pendaftaran Jurnalis – MetroMediaNews.co

MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *