Gulir ke bawah untuk membaca
Contoh Gambar di HTML

#
#
HOME

Diduga Cabuli Santrinya, Kyai Jekek Dilaporkan ke Polisi

×

Diduga Cabuli Santrinya, Kyai Jekek Dilaporkan ke Polisi

Sebarkan artikel ini
Diduga Cabuli Santrinya, Kyai Jekek Dilaporkan ke Polisi
Diduga Cabuli Santrinya, Kyai Jekek Dilaporkan ke Polisi

MetroMediaNews.co – Diduga melakukan tindak tidak senonoh terhadap Santriwatinya, seorang Kyai berinisial IK dilaporkan keluarga korban ke Mapolres Nganjuk, Jumat (23/2).

Setelah melakukan musyawarah dengan pihak keluarga Kyai, ternyata tidak menemukan solusi. Keluarga korban lalu mengadu ke Kantor Women Crisis Center (WCC) untuk tindakan selanjutnya. Dari rangkain itulah, korban didampingi oleh kakaknya membuat pelaporan ke Mapolres Nganjuk.

Ketua WCC Hj Muti’atun mengatakan, bahwa korban dalam kondisi labil, nangis dan tidak bicara sama sekali ketika baru tiba di kantor.

“Bunga (nama samara) datang anak labil sekali, gak iso ngomong, nangis saja kerjanya,” ungkap Muti’atun.

Dugaan pencabulan oleh Kyai salah satu Pondok Pesantren di Kecamatan Baron diketahui sekitar satu bulan lalu. Saat itu, salah satu korban, bunga sedang mengaji. Tiba-tiba, sang kyai marah-marah dan menyeret Kuncup keluar. Lalu, bunga yang berumur 14 ini, ditampar oleh sang Kyai.

“Usai ditampar, korban langsung memeluk guru ngajinya yang kebetulan anak saya. Nah, dari sinilah akhirnya si korban bercerita kepada anak saya,” ujar Jum (44) warga Bandar Kedungmulyo, Jombang, di Mapolres Nganjuk saat mengantar anaknya yang dimintai keterangan polisi, Jumat (23/2) kemarin.

Diungkapkan, korban adalah anak orang Sulawesi. Karena ada perselisihan rumah tangga, sejak berusia 7 tahun dititipkan ke pondok pesantren tersebut.

“Korban selama dititipkan ke Kyai, dia tidak bersekolah, hanya mengaji saja hingga usianya kini empat belas tahun,” beber Jum.

Kepada anaknya yang guru ngaji di pondok itu, lanjut Jum, korban bercerita jika pernah diperlakukan senonoh oleh sang Kyai. Bahkan, dia juga pernah dikasih lihat video porno sebelum dikerjai oleh sang Kyai.

“Korban juga mengatakan ada tiga temannya yang dibegitukan,” imbuhnya.

Dalam penelusuran wartawan ke lokasi pondok yang berada di Desa Jekek, Kecamatan Baron, diduga pelaku masih berada di area pondok, enggan jumpa dengan sejumlah awak media.

Sementara itu, Kepala Desa Jekek Warasiyah saat ditanya perihal pesantren dan info pelaporan Kyai pondok didesanya tidak menampik kebenaran tersebut.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *