Gulir ke bawah untuk membaca
Contoh Gambar di HTML

HOME

Disbudpar Karawang Gelar Pagelaran Warisan Kesenian Daerah

×

Disbudpar Karawang Gelar Pagelaran Warisan Kesenian Daerah

Sebarkan artikel ini

METROMEDIANEWS.CO – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karawang, mengadakan Acara pagelaran Warisan Kesenian Daerah, Selasa (27/3) yang diadakan di Aula Gedung Pariwisata dan kebudayaan Karawang.

Adapun tujuan kegiatan ini adalah untuk mengingatkan kepada para generasi muda, terutama warga Karawang untuk tidak melupakan Kesenian Tradisional yakni Kesenian Jaipongan Pencugan dan Kawih Sinden.

Acara tersebut di hadiri oleh H. Okih Hermawan selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, serta beberapa Kabid lainnya juga para sanggar tari yang ada di Kabupaten Karawang.

Kabupaten karawang harus berbangga,karena menyimpan begitu banyak kesenian tradisional, ada Ajeng, Topeng Banjet, Ketuk tilu, Wayang Golek Angklung dan lainnya, ini semua harus di pertahankan.

Di tahun 2018 ini, rencananya Karawang akan mengadakan event besar yakni festival Goyang Karawang tingkat Nasional dan 2019 ada event internasional.

Kegiatan kesenian daerah adalah salah satu upaya untuk mendekatkan seni tradisional kepada anak muda di Kabupaten Karawang.

Dalam Sambutannya Okih mengatakan, dirinya sangat berharap kepada para penerus kebudayaan terutama Ibing Pencug dan Sinden Jaipong serta kesenian yang lain untuk tetap terus di pertahankan dan dilestarikan sehingga kebudayaan tersebut tetap ada.

“Saya berharap kepada para generasi muda khusus pecinta kesenian khas Karawang untuk tetap terus mempertahakan serta melestarikan nya, sehingga kesenian khas Karawang ini bisa menjadi kesenian yang hebat dan di kenal hingga dunia,” harapnya.

Okih juga menambahkan, rencana yang kini di gagas mengenai adanya Pembangunan Monumen yang akan di bangun di Rengasdengklok kini sudah di buat dan sudah di ajukan ke Dinas PUPR.

Disparbud sinergitas dengan PUPR dalam pembangunan Monumen Rengasdengklok. Dimana dalam pembangunan tugas PUPR dan Disbudpar menyiapkan kesenian atau sejarah yang terjadi di Rengasdengklok pada saat itu.

“Konsepnya seperti Monas yang ada di Jakarta. Ada juga pemutaran film serta kesenian lainnya yang menceritakan tentang kejadian di Rengasdengklok” ucapnya.

Masih menurut Okih, rencananya Monumen ini DED-nya sudah dibentuk pada tahun 2017. Termasuk kebutuhan tanah seluas 10 hektar. Namun yang sudah ada tanah milik pemerintah sekitar 7 hektar. Tak terkecuali rumah sejarah Soekarno-Hatta akan masuk pada Monumen Karawang.

“Wisata sejarah ini tidak ada di kota lain, maka kesempatan bagi Karawang untuk menarik wisata dari luar Karawang untuk berkunjung,” katanya.

Selain Monumen Karawang, Disbudpar memfokuskan tempat wisata Candi Jiwa. Ia memiliki keyakinan bila wisata ini dikembangkan akan mendunia. Situs Candi Jiwa bakal dikembangkan, bekerjasama dengan Bank Jabar, Pemerintah Provinsi dan Kementrian Pendidikan.

“Situs ini nantinya menjadi Cagar Budaya Nasional. Apalagi sudah tergali semuanya akan mendunia situs ini,” pungkasnya.

(Jun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *