Gulir ke bawah untuk membaca
Contoh Gambar di HTML

HOME

Gaib 212: “Mengguar Sejarah Pajajaran Sejati”

×

Gaib 212: “Mengguar Sejarah Pajajaran Sejati”

Sebarkan artikel ini

Cing Cangkeling Manuk Cingkleung Cineten Blos ka Kolong Bapa Satar Bulendeung

METROMEDIANEWS.CO – Jajaran pentolan inti organisasi kemasyarakatan Gerakan Anak Indonesia Bersatu (Gaib) 212 Kabupaten Cianjur melaksanakan musyawarah konsolidasi, “Mengguar Sejaharah Papajaran Sejati,” yang dilaksanakan di Kampung Palalangon RT 2/2, Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Jumat (2/6).

Seperti halnya kunjungan dimana tempat atau lokasi adanya raga para karuhun (leluhur-red) Pajajaran dengan para prajuritnya.

Salah satu pengurus inti Gaib 212 Cianjur, Abah Opan bercerita, sebelumnya diawal atau asal mula sejarah Pajajaran tengah ‘Gunung Buleud’ berlokasi di Batu Lawang, Kecamatan Cipanas. Bahkan, ada salah satu makam “Kemuning Wangi’ dan juga para prajuritnya.

“Hasil kunjungan ada sekitar 1.600 makam (Kuta Pananggehan-red), sudah didatangi atau dikunjungi oleh tim GAIB 212 bersama mantan Kapolda Jawa Barat (Jabar), Irjen Anton Charlian,” katanya kepada awak media saat ditemui langsung di Padepokan Gaib 212 Kabupaten Cianjur.

Selanjutnya, nanti rencana akan mendatangi atau mengunjungi sekaligus mengauk (mengguar) sejarah. Konon katanya ada di Kampung Sumur Murni, Subang. Pihaknya menduga atau memprediksi disitu ada ditemukan adanya jasad Pajajaran.

“Ya, memang harus dibuktikan dengan jelas supaya tidak ada berita atau banyak informasi yang simpang siur mengenai hal itu selama ini. Kita hanya ingin bembuktikan saja secara jelas tanpa ada kebohongan yang sebenarnya,” Abah Opan didampingi beberapa pengurus inti Gaib 212 lainnya.

Pihaknya menyikapi atau berprinsip terus belajar dari pengalaman-pengalaman, mendengarkan orang lain, belajar dengan kedua telingan dan mata. Artinya selalu ingin tahu dan selalu bertanya terus menambah kemampuan, yakni kemampuan untuk mengerjakan banyak berbagai hal mengguar sejarah sebenarnya.

“Ibarat kata atau bahasa Sanghyang Mughni Pancaniti yaitu Cing Cangkeling
Manuk Cingkleung Cineten Blos ka Kolong Bapa Satar Bulendeung (berpijak atau berada di terang tidak terlihat atau menyusup ke dalam bumi, namun ada keberadaannya),” pungkas, Ketua Gaib 212 Kabupaten Cianjur, Uwa Dadan.

Penulis: Jay
Editor: Dedy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *