Gulir ke bawah untuk membaca
Contoh Gambar di HTML

#
#
HOME

Guru dan Siswa Panik Dengar Letusan, Ternyata Ini Yang Terjadi

×

Guru dan Siswa Panik Dengar Letusan, Ternyata Ini Yang Terjadi

Sebarkan artikel ini
Guru dan Siswa Panik Dengar Letusan
Guru dan Siswa Panik Dengar Letusan
13 Pengunjung

MetroMediaNews.co – Guru dan siswa SDN Selajambe 2, Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, Kamis pagi (25/01) sekitar pukul 08.00 WIB, dibuat panik dengan suara letusan keras yang terdengar dari gang samping sekolah.

Saat itu, siswa dan guru berteriak histeris ketika melihat ada dua orang kejar-kejaran dan beberapa siswa menangis ketakutan. Namun beberapa menit kemudian suara letusan berhenti.

Sejumlah pria tampak membawa seorang pria lainnya dengan tangan diborgol lalu memasukannya ke dalam mobil jeep. Setelah situasi mereda, aktivitas belajar pun kembali normal seperti biasa.

Berdasarkan informasi yang dihimpun MMN, letusan tersebut adalah suara tembakan petugas Polda Jabar yang tengah mengejar pelaku curanmor dari Padalarang.

“Kejadian tadi pencuri motor dengan TKP Padalarang dikejar oleh tim Polda,” ujar Kanit Reskrim Polsek Sukaluyu, Ipda Dadang Rustandi.

Sementara itu Yani Suryani (50), salah satu guru SDN Selajambe 2, mengatakan kejadiannya begitu cepat dan hampir semua murid yang sedang belajar kaget.

“Sepertinya itu tembakan peringatan. Saya melihat arahnya ke atas lalu orang yang dikejar mengangkat kedua tangannya,” katanya.

Ia menambahkan, pria yang dikejar diketahui mengendarai sepeda motor melewati depan kawasan sekolah, yang kemudian disalip oleh jeep hingga terjatuh. Pria itu bergegas turun dari sepeda motornya dan berlari melewati jalan yang ada di samping sekolah.

Hal sama dikatakan guru olah raga Mochammad Hiqbal Ramadhan, bahwa seorang pria disusul oleh beberapa aparat yang keluar dari kedua mobil tersebut.

“Kegiatan belajar dan mengajar (KBM) di sekolah tersebut sempat terhenti beberapa puluh menit dikarenakan kepanikan siswa, guru, dan orang tua siswa. Mereka berhamburan keluar kelas. Penjahatnya ketangkap kira-kira 50 meter di belakang sekolah,” terangnya.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *