Gulir ke bawah untuk membaca
Contoh Gambar di HTML

HOME

Jenazah Tanpa Identitas Masih Menunggu Pihak Keluarga

×

Jenazah Tanpa Identitas Masih Menunggu Pihak Keluarga

Sebarkan artikel ini

METROMEDIANEWS.CO – Pasca terjadinya kecelakaan lalu lintas, Selasa (18/9) sekira pukul 10:00 WIB, yang berlokasi di Jalan Raya Cianjur-Sukabumi, Kampung Jati, Desa Gekbrong, Kecamatan Gegbrong, Kabupaten Cianjur, jenazah korban masih disimpan di frezer kamar mayat RSUD Sayang Cianjur, pasalnya tidak ditemukan adanya identitas.

Situasi dan kondisi jalan dari arah Sukabumi menuju Warungkondang, Cianjur, lurus menurun, datar, jalan hotmix, bisa dilalui dua arah kendaraan, bermarka jalan terputus-putus, permukaan jalan kering, cuaca cerah siang hari, arus lalu lintas sedang, pandangan kedepan bebas terbuka, sebelah kiri jalan sawah dan kanan jalan rumah penduduk, sehingga kendaraan bisa melaju cepat.

Kronologis kejadian, sebuah truck Hino jenis Dump Truck bernopol B-9141-UM yang dikemudikan oleh Nanang (32) asal Tasikmalaya, Kampung Bengkok II RT 03/07 Desa Sukalaksana, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Tasikmalaya, tidak membawa muatan (kosong), melaju dari arah Gekbrong menuju Warungkondang.

Di jalan menurun panjang dengan sedikit kecepatan tinggi tiba-tiba, dari arah selatan nyebrang (berjalan kaki) seorang laki-laki ke arah utara.

Korban menyebrang, dengan sepontan Nanang mendadak mengerem kendaraannya, dan mencoba untuk membanting stirnya ke kiri, guna menghindari menabrak korban.

Namun sangat disayangkan diluar dugaan korban masih terus berjalan, sehingga menabrak bagian tengah samping kanan truck, sehingga mengalami benturan ke bamper samping kanan truck dan terjatuh ke badan kanan jalan.

Akibat kejadian tersebut korban mengalami retak dibagian kepala belakang dan dibawa ke RSUD Sayang Cianjur.

Dari kecelakaan tersebut pihak kepolisian dan Rumah Sakit kesulitan mengidentifikasi korban, karena tidak ditemukan identitas pada badan korban.

Adapun identitas yang dipakai korban kemeja biru satpam, celana katun, sendal jepit warna putih-biru, topi biru Bina Marga, 1 bungkus rokok Sampoerna kretek, kata salah seorang petugas Kamar Mayat RSUD, Kamis (20/9).

Upaya yang dilakukan oleh pihak Rumah Sakit setelah kedatangan korban dua hari kemarin, menyimpan jenazah didalam prezer, guna pengidentifikasian pihak kepolisian, memeriksa darah dan tes urine korban untuk menyamakan dengan pihak keluarganya, karena dikhawatirkan ada yang mengaku keluarganya padahal bukan, untuk lebih jelasnya silahkan tanyakan langsung kepada bagian Humas, ungkap petugas Kamar Mayat diamini oleh staff Humas RSUD Sayang Cianjur.

Karena Kepala Humas RSUD Sayang Cianjur tidak ada ditempat, kemudian staff Humas menghubinginya melalui telepon seluler, dan hasilnya apa yang disampaikan unit Kamar Mayat dinyatakan cukup.

Saat ini, unit Kamar Mayat RSUD Sayang Cianjur, masih menunggu pihak kepolisian, bagaimana jenazah dikebumikan.

Kepada pihak keluarga yang merasa kehilangan keluarga dengan ciri-ciri diatas, bisa langsung menghubungi Kamar Mayat RSUD Sayang Cianjur.

Penulis: Jay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *