SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
Megapolitan

Kupon Pengisian BBM di DLH Kota Tangerang Diduga Rawan Korupsi

35
×

Kupon Pengisian BBM di DLH Kota Tangerang Diduga Rawan Korupsi

Sebarkan artikel ini

Metromedianews.co – Biaya penggunaan pembelian bahan bakar (PBB) untuk bahan bakar minyak (BBM) pada kendaraan truck dan bentor di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, banyak terindikasi penyelewengan dan manipulasi jenis pembelian BBM dengan system kupon.

Hal ini dilakukan dari tahun ke tahun, dan praktek kecurangan ini dilakukan pada Bidang Kebersihan Lingkungan DLH Kota Tangerang.

Praktek kecurangan itu diduga sudah termodifikasi kerja sama dari oknum Bidang Kebersihan DLH dan oknum yang ada di SPBU. Dan ini sangat rawan korupsi dan sangat merugikan Negara.

Hal ini diketahui berdasarkan investigasi tim media di lapangan menemukan beberapa kendaraan jenis truck dan jenis bentor pengangkut sampah di DLH Kota Tangerang. Belum lagi mobil yang beroperasi dan masih banyak yang belum di urus pajaknya ke negara.

Iwan, selaku Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan DLH Kota Tangerang mengatakan, pihaknya sampai saat ini tidak mengetahui adanya praktek permainan (kecurangan- red) yang dilakukan anak buahnya serta adanya oknum di SPBU yang berada di Jalan Pembangunan 3, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang.

“Terimakasih atas info yang sangat penting ini yang abang sampaikan ke saya. Nanti akan saya tindak lanjuti dan saya tegor ke Kasi dan anak buahnya. Dan saya juga akan kroscek ke SPBU yang di maksud tadi, ” ucap lwan, Senin (21/8/23).

Masih kata dia, bahwasannya selama ini tidak ada yang melapor dan menemukan data-data yang menimbulkan kecurangan dari pihak manapun. Dan baru abang yang menyampaikan ke saya.

“Saya minta waktu ya untuk menindaklanjuti permasalahan ini, dan lagian saya masih baru menjabat Kabid Kebersihan jadi belum terlalu paham tentang seluk beluknya,” kata lwan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *