Gulir ke bawah untuk membaca
Contoh Gambar di HTML

HOME

Maraknya Kasus Pencabulan Anak di Cianjur Selatan, TP2 A Kabupaten Diminta Turun Tangan

×

Maraknya Kasus Pencabulan Anak di Cianjur Selatan, TP2 A Kabupaten Diminta Turun Tangan

Sebarkan artikel ini

METROMEDIANEWS.CO – Sering terjadinya kasus pencabulan anak dibawah umur di wilayah Cianjur Selatan, merupakan PR serius untuk petugas TP2A Kabupaten Cianjur.

Kurangnya perhatian dan sosialisai akan berdampak dengan terus menerusnya kejadian kasus terkait pencabulan anak anak dibawah umur. Seperti halnya di Kecamatan Naringgul, bulan bulan ini meningkat adanya kasus pencabulan anak dibawah umur dan pelakunya rata rata bapak tiri, ada juga yang masih pelajar.

Kapolsek Naringgul AKP Warsono S. IP, terkait maraknya kasus pencabulan anak dibawah umur menjadi perhatian serius.

“Ini harus jadi perhatian untuk tim TP2A Kabupaten Cianjur, hampir 4 perkara yang masuk laporan ke wilayah hukum Polsek Naringgul baru baru Ini. Menandakan kurang dan lemahnya sosialisai dari dinas terkait khususnya TP2A Kabupaten Cianjur,” ujar Kapolsek.

Kapolsek menegaskan, TP2A Kabupaten harus segera turun tangan ke masing masing wilayah Kecamatan yang ada di Cianjur Selatan, dan jangan hanya di kota besar saja, seharusnya di wilayah Cianjur Selatan harus sering diadakan sosialisai pencegahan terkait kasus pencabulan atau pemerkosaan anak dibawah umur.

“Kepolisian bukan hanya menjalankan tindakan saja, kami juga terus gencar mensosialisasikan setiap ada kegiatan rakor di tingkat Kecamatan dan sekolah sekolah, tetapi harus semua pihak melirik dan memperhatikan dengan banyaknya kasus tersebut, terutama petugas TP2A Kabupaten Cianjur, sebab kejahatan pencabulan anak dibawah umur masuk kategori kejahatan leksepesialis jadi pada intinya semua pihak harus bahu membahu mencegah kejahatan tersebut,” terangnya.

AKP Warsono menambahkan, sejak bulan Januari sampai Agustus 2018 sedikitnya ada 4 perkara yang sudah kami tangani di wilayah hukum Polsek Naringgul.

“Sudah 2 putusan pengadilan, 2 lagi sedang proses, dan sebenarnya akar permasalahanya kurangnya sosialisai dari Dinas atau Tim TP2A. Maka kami memohon kepada Dinas terkait untuk serius turun tangan dalam hal menangani atau pencegahan terhadap anak anak dibawah umur,” tandasnya.

Penulis: Jay
Editor: Dedy Rahman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *