SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
Nasional

Masyarakat Cianjur Selatan Berharap Pemda Bangun Terminal Bus

2101
×

Masyarakat Cianjur Selatan Berharap Pemda Bangun Terminal Bus

Sebarkan artikel ini

METROMEDIANEWS, CIANJUR – Keberadaan bus Damri jurusan Sindang Barang-Pangandaran-Garut-Tegal Bured yang sudah 2 tahun beroperasi sejak 2017 lalu dirasakan masyarakat Cianjur Selatan sangat membantu dalam akses transportasi.

Diketahui ada 6 unit armada Damri milik BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Kementerian Perhubungan yang setiap harinya melayani keberangkatan penumpang di depan Alun alun Sindang Barang, Cianjur Selatan, Jawa Barat.

Adapun untuk pool Damri berada di Kampung Pasir Kaderi, Desa Sagaten. Untuk tarif ongkos pun relatif murah dengan rincian Sindang Barang-Pangandaran Rp70 ribu, Sindang Barang-Garut Rp50 ribu dan jurusan Sindang Barang-Teggal Buled Rp40 ribu.

Kenapa dibilang murah sebab mobil Bus Damri yang fasilitasnya AC Doble dengan tempat duduk yang nyaman adapun waktu pemberangkatan mulai dari pukul 07.00 WIB dengan perjalanan ke Sindang Barang memakan waktu kurang lebih 4 jam.

Samsul (45) sopir bus Damri mengatakan, respon masyarakat bagus dan sangat antusias, penumpang membludak pada saat hari libur.

“Yah tentunya kalau penumpang kadang ramai kadang sepi, untuk hari libur biasanya ramai kalau untuk hari biasa penumpang agak sepi. Tentunya kami berharap pemerintah segera membangun terminal minimal tive A supaya para penumpang juga bisa nyaman dan tentunya akan lebih membantu kesejahteraan warga sekitar,” katanya.

Samsul melanjutkan, dirinya sudah hampir 2 tahun bekerja sebagai sopir bus Damri. “Kalau untuk penghasilan saya sendiri sistemnya di gaji, karena mobil ini milik pemerintah BUMN melalui Kementerian Perhubungan,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *