SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
Nasional

Maut Mengancam, Warga Minta Pembangunan JPO

80
×

Maut Mengancam, Warga Minta Pembangunan JPO

Sebarkan artikel ini

METROMEDIANEWS.CO – Tingginya intensitas curah hujan dan derasnya arus sungai Cisarua membuat tembok Penahan Tanah (TPT) penghubung antara Kampung Cageundang dan Kampung Warungkiara, ambruk pada Selasa (13/11/2018) kemarin, sekitar pukul 14.30 WIB.

Warga pun membutuhkan adanya pembangunan infrastruktur jembatan penyebrangan orang (JPO) penghubung di dua kampung.

Diketahui selama ini warga dan anak anak sekolah melintas di jembatan ‘Rel Kereta Api’ yang meeupakan akses antara perbatasan di Kampung Cageundang- Sukamaju, Kecamatan Cianjur.

“Ya, jelas memancing maut. Pasalnya, hampir puluhan tahun di perbatasan dua Kampung tersebut tidak ada fasilitas pembangunan infrastruktur fisik dan sosial melalui realisasi jembatan penyembarangan orang (JPO),” kata Ketua Pemuda Pancasila (PP) Ranting Desa Sukamaju, Agus Iwan alias Paule kepada Awak Media.

Padahal, mengenai masalah pembangunan infrastruktur fisik dan sosial adalah dapat didefinisikan sebagai kebutuhan dasar fisik pengorganisasian sistem struktur, dan sangat diperlukan untuk jaminan ekonomi sektor publik dan sektor privat sebagai layanan dan fasilitas.

“Nah, artinya diperlukan agar perekonomian dapat berfungsi dengan baik istilah ini umumnya untuk kepentingan publik. Maka itu warga sini sangat mendambakan pembangunan infrastruktur fisik dan sosial
JPO minimal masuk kendaraan motor dan para pejalan kaki selama ini,” tegasnya.

Sementara itu, Ricky Firmansyah (38) warga setempat membenarkan, bahwa sejumlah TPT di bantaran sungai sudah habis terkikis dan rawan ambruk.

“Karena sudah terlalu lama sungai Cisarua sama sekali minim akan TPT, mayoritas semuanya beralaskan tanah yang sudah rapuh,” tandasnya.

Penulis: Jay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *