Gulir ke bawah untuk membaca
Contoh Gambar di HTML

#
#
Nasional

Mazolat Pilar Jagat Akan Gelar Dzikir dan Sholawat

×

Mazolat Pilar Jagat Akan Gelar Dzikir dan Sholawat

Sebarkan artikel ini

METROMEDIANEWS, CIANJUR – Majelis Dzikir dan Sholawat (Mazolat) Pilar Jagat, Jawa Barat, pada 29 Desember 2018 ini berencana akan menyelenggarakan ‘Sholawat Akbar’ melalui Dzikir dan Sholawat dalam acara ‘Hadroh dan Tausiyah Sholawat’ yang akan dilaksanakan di Alun-alun Kecamatan Sindangbarang, Cianjur Selatan.

Ketua Umum Majelis Dzikir dan Sholawat (Mazolat) Pilar Jagat Jawa Barat, Aang Zain mengatakan, dirinya mengajak melalui ajakan atau seruan gerakan aksi keagamaan tersebut sangat penting sebagai bahan atau pondasi keimanan kepada Allah SWT dan mencintai Nabi Muhammad SAW. “Ya, saya mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan keagamaan yang akan diselenggarakan nanti. Mampu memotivasi dan menginspirasi untuk menjaga, melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai Sholawat,” katanya, Kamis (13/12).

Aang Zain menyampaikan, mengenai persiapan Sholawat Akbar pihaknya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk menyambut Pemilihan Presiden (Pilpres) agar Aman Damai melalui acara gerakan hati, pikiran jiwa biar tenang dan tentram. “Maulid dan Sholawat Akbar dilaksanakan agar terlepas dari bencana alam dan kedholiman dan meminta memohon kepada Allah SWT, khususnya Cianjur sebagai ‘Kota Santri’ agar dipimpin oleh pemimpin yang betul-betul Agamis dan sayang kepada rakyatnya,” ujarnya.

Artinya, lanjut Aang, bisa dan harus mau menjadikan kembali Cianjur sebagai Kota Santri sebagai mana warisan leluhur jaman dulu, terang Sang Maestro Dzikir dan Sholawat asal Cianjur ini.

“Insya Allah dengan Sholawat ini kedholiman akan runtuh dengan kedholimannya. Buat siapapun yang akan dholim di negeri ini, baik kepada rakyat maupun kepada NKRI hal sama akan runtuh dengan kedholimanya,” ucapnya.

Lebih dari itu ia menambahkan, kalau membahas mengenai sifat kedholiman itu memiliki berbagai bentuk diantaranya adalah syirik, juga digunakan untuk menunjukkan sifat kejam, bengis dan hal lainnya. “Ketahuilah, bahwa kedholiman kesudahannya adalah kengerian, dimana pelakunya diancam dengan neraka dan kehancuran rumah serta negeri yang di tinggalinya. Seandainya gunung yang menjulang berbuat kedholiman kepada gunung yang lain niscaya gunung yang dholim akan di hancurkan. Oleh karenanya, tidaklah Allah SWT mengharomkan sesuatu seperti haromnya kedholiman, dan tidaklah mengancam seorang seperti ancamannya terhadap orang-orang dholim,” jelasnya.

Oleh karena itu Aang menyerukan kepada masyarakat semua, khususnya Cianjur untuk selalu kompak. “Jangan kecolongan membangun dan mari kita kawal bersama, dengan Sholawat kita jalin ukhuwah dan kekompakan menjadi jalinan yang kuat untuk membangun dan imej Kota Santri akan terprogram kembali,” tandasnya.

Penulis: Jay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *