HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
HOME

Menkominfo: Gangguan Petya Lebih Besar Daripada WanaCry Tapi Kita Tidak Usah Panik

431
×

Menkominfo: Gangguan Petya Lebih Besar Daripada WanaCry Tapi Kita Tidak Usah Panik

Sebarkan artikel ini
JAKARTA, MMN.CO – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menyebutkan gangguan yang ditimbulkan ransomware Petya lebih besar karena mengenkripsi perangkat penyimpanan digital atau hard disk, sedangkan ransomwareWannacry hanya mengunci data atau file.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

“Kalau dianalogikan seperti hotel, gambarannya seperti ini; Ransomware Wannacry itu mengunci kamar hotel, sehingga kamarnya tidak bisa dibuka, sedangkan ransomware Petya itu, satu hotel itu tidak bisa dibuka,” ujar Menkominfo Rudiantara dalam diskusi Antisipasi Serangan MalwareRansomware Petya, yang berlangsung di Bakoel Koffie Cikini, Jakarta, Jumat (30/06/2017) siang.

“Jadi, dampaknya memang sangat besar karena Petya mengenkripsi hard disk,” tambah dia.

Serangan ransomware Petya di beberapa negara membuat sebagian besar masyarakat di dunia panik. Kepanikan itu wajar, karena serangan malware ini sangat masif. Meski begitu, Rudiantara menghimbau masyarakat Indonesia untuk tidak panik.

Lebih lanjut, mantan komisaris Indosat itu menjelaskan bahwa ransomware Petya ini sebenarnya telah muncul sejak 2016.

“Pada 2016 itu diduga malware ini hanya ’tidur’, tapi kemudian baru-baru ini muncul lagi karena ada yang memainkan, memodifikasi, dan melemparnya ke seluruh dunia,” ungkap Rudiantara kepada metromedianews.co.

Menurut menteri yang kerap disapa Chief RA ini, ransomware Petya dianggap lebih berbahaya dari ransomware Wannacry yang juga pernah menyerang sebelumnya, namun cara penanggulangannya sebenarnya masih sama.

“Ada 4 hal yang penting, pertama gunakan sistem operasi original dan lakuan update berkala. Kedua rajin update antivirus, dan ketiga lakukanbackup data. Terakhir rajin ganti pasword,” jelasnya.

Metro Media News Peduli 2026

Mari bersama menebar kepedulian melalui program sosial, budaya, dan kemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk dukungan maupun kerja sama.

Lihat Proposal & Informasi Lengkap »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *