Gulir ke bawah untuk membaca
Contoh Gambar di HTML

#
#
HOME

Menteri Kesehatan RI Bersama Bupati Karawang Resmikan Peluncuran Pabrik Farmasi Jerman di Karawang

×

Menteri Kesehatan RI Bersama Bupati Karawang Resmikan Peluncuran Pabrik Farmasi Jerman di Karawang

Sebarkan artikel ini
7 Pengunjung

 

KARAWANG, MMN.CO – Menteri Kesehatan Republik Indonesia Prof.Dr.dr. Nila Djuwita F. Moeloek bersama Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana meresmikan pabrik farmasi PT B. Braun Medical Indonesia di Kawasan Industri Indotaise, Karawang, Kamis, (27/7/2017).

Pabrik larutan infus B. Braun ini merupakan pabrik pertama di Indonesia yang memproduksi produk-produk cairan dasar dan produk-produk larutan infus inovatif lainnya untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.

Pabrik yang berdiri di lahan seluas 19 hektar dengan nilai investasi sekitar Rp 900 miliar, nantinya pabrik ini akan menjadi lokasi produksi utama B. Braun sebagai perusahaan alat kesehatan dan farmasi global terkemuka. Pabrik ini di lengkapi dengan teknologi canggih untuk menghasilkan produk-produk medis yang berkualitas tinggi dan aman.

Upacara pembukaan tersebut juga dihadiri oleh Member of The Management Board, B. Braun Melsugen, President of B. Braun Asia Pasific Anna Maria Braun, Member of the Management Board B. Braun Melsugen Dr Meinrad Lugan, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny Kusumastuti Lukito, Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana, Managing Director of B. Braun Indonesia Mr. Stephan Soyka, Presiden B. Braun Asia Pacific Ms. Anna Maria Braun, serta para tamu undangan.

Dalam acara peresmian PT. B. Braun, Bupati Karawang juga menyampaikan bahwa dirinya berharap dengan keberadaan industri farmasi di Kabupaten Karawang ini dapat menunjang kebutuhan alat-alat kesehatan untuk rumah sakit yang berada di Karawang, khususnya RSUD Karawang.

Lebih dari itu Bupati Karawang mengingatkan kepada pihak PT. B. Braun agar melaksanakan kewajibannya untuk menyerap tenaga kerja pribumi Karawang, sesuai dengan Perda No. 1 Tahun 2011 tentang Rekrutmen Tenaga Kerja dengan memprioritaskan 60% tenaga kerja warga asli Karawang & 40% tenaga kerja warga non Karawang. (Jun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *