Gulir ke bawah untuk membaca
Contoh Gambar di HTML

#
#
MegapolitanNasional

Meski Cacat, Engkan Gigih Jadi Pejuang Keluarga

×

Meski Cacat, Engkan Gigih Jadi Pejuang Keluarga

Sebarkan artikel ini
4 Pengunjung

METROMEDIANEWS, CIANJUR – Engkan (72) warga Kampung Lembur Tengah RT 02/05, Desa Cinerang, Kecamatan Naringgul, Cianjur Selatan, Jawa Barat, hanya bisa pasrah menerima nasibnya. Walaupun hidup dengan kondisi memprihatinkan namun dirinya yang tinggal bersama istri dan seorang anaknya tetap sabar dan ikhlas menjalani kehidupannya.

Diketahui Engkan mengalami cacat tangan sebelah (buntung-red) dan istrinya mengalami kebutaan mata sejak lama. Saat ini Engkan bersama keluarganya tinggal di gubuk berukuran 3×3 meter dilahan milik orang lain tanpa penerangan lampu listrik.

Setiap harinya Engkan berjuang menghidupi anak dan istrinya dengan mengandalkan tangan yang buntung sebelah. Ironisnya, walau satu keluarga ini tinggal di gubuk yang tidak layak tapi sudah bertahun-tahun belum juga mendapatkan bantuan dari pihak pemerintah daerah maupun pusat seperti bantuan pembangunan Rutilahu ataupun listrik dan program PKH (Penerima Keluarga Harapan).

Sementara itu anaknya masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan biaya semampunya. Bagi dirinya pendidikan anak sangat penting untuk menunjang masa depan.

READ  SMPN 6 Tangerang Pungut Dana Pembuatan BTS ke Siswa

“Ya harus gimana lagi rumah yang dulu saya tempati dijual buat biaya pengobataan istri saya karena mengalami kebuataan. Sekarang saya menempati gubuk dilahan orang lain sudah hampir 2 tahun dan Alhamdulillah walau engak ada lampu penerangan saya masih bisa tidur yang penting ada tempat untuk berteduh,” katanya kepada MMN, Rabu (20/2/2019).

Engkan melanjutkan, dirinya belum pernah mendapatkan bantuan seperti program PKH dan Rutilahu, bahkan untuk mendapatkan beras raskin saja harus menebus.

“Mungkin sudah nasib saya seperti ini. Kami ihklaskan saja yang penting ada tempat berteduh dan masih bisa makan. Harapan kami ingin punya rumah yang layak dan ada listriknya,” ujarnya dengan nada sedih.

Sementara itu, Katra (35) tetangganya menjelaskan, untung saja Kades menyuruh menempati saung kebunnya.

“Seingat belum pernah Abah Engkan mendapatkan bantuan, padahal dirinya kategori orang tidak mampu atau miskin. Tapi saya salut beliau pekerja keras walau dirinya ada keterbatasan. Harapan kami mudah-mudahan Abah Engkan dapat bantuan baik Rutilahu, PKH, BPJS, Listrik dan bantuan lainya,” tandasnya.(Jay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *