PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
DaerahHOME

Miriis, Pasutri di Cianjur Tinggal di Gubuk Tak Layak Huni

130
×

Miriis, Pasutri di Cianjur Tinggal di Gubuk Tak Layak Huni

Sebarkan artikel ini

Metromedianews.co – Aya Suhara (56) dan istrinya Nana Sumarna (64) bertahan hidup tinggal di gubuk reyot yang bahan gubuknya didapat dari hasil memungut di tempat pembuangan puing.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Rumah berukuran 2×3 meter, tempat tinggal pasangan suami istri (Pasutri) Aya Suhara (56) dan Nana Sumarna (64) berlokasi di Kampung Tegallega RT02 RW 07 Desa Limbangansari, Kecamatan Cianjur, butuh perhatian pemerintah.

Kondisi rumah yang terbuat dari sisa-sisa kayu dan bambu bekas, beratap genteng dari hasil memungut di tempat pembuangan puing, tampak sudah nyaris ambruk.

Bahkan menurut pengakuan kedua pasutri tersebut yang sehari-hari bekerja serabutan itu saat turun hujan disertai angin, tidak bisa tidur lantaran khawatir rumah roboh.

“Jika hujan deras apalagi dengan angin besar tidak bisa tidur, karena air hujan masuk ke dalam, sehingga dingin dan takut roboh,” kata Aya saat ditemui belum lama ini.

Sementara, didalam rumah tersebut terlihat tumpukan kasur lusuh sebagai alas tidur, dan buntelan pakaian tertumpuk di dalam gubuk berukuran 2×3 meter itu.

Tirai lusuh dengan seutas tali pun tampak menghiasi ruangan gubuk diterangi cahaya lilin kecil, hingga suasana begitu sangat memprihatinkan.

Selain kondisi itu, untuk mandi dan mencuci pakaian, setiap harinya Aya dan istrinya hanya mengandalkan sumber air di MCK umum, berada di  lokasi kampung sebelah.

Sedangkan tempat untuk memasak, Aya hanya mengandalkan area di samping gubuk, posisi tungku untuk memasak terbuat dari bata bekas terlihat berada di luar ruangan.

Pasutri tersebut terpaksa tinggal di gubuk reyot karena tak memiliki ekonomi yang cukup, apalagi untuk mengontrak rumah.

Pendaftaran Jurnalis – MetroMediaNews.co

MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *