SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
HOME

Miris, Warga Beramai Ramai Bawa Ibu Melahirkan Dengan Ambulance Manual

848
×

Miris, Warga Beramai Ramai Bawa Ibu Melahirkan Dengan Ambulance Manual

Sebarkan artikel ini

METROMEDIANEWS. CO – Perjuangan dan usaha warga Kampung Tegal Bungur, Cianjur Selatan, membawa seorang ibu yang mau melahirkan dengan cara ditandu menggunakan sebatang kayu bambu yang dililit kain sarung patut diacungi jempol. Ambulace manual yang dilakukan warga Kampung Tegal Bungur pun sontak menjadi perhatian masyarakat luas.

Warga melakukan pertolongan pertama kepada Rima yang mau melahirkan untuk dibawa ke Puskesmas Naringgul dikarenakan akses jalan desa yang tidak maksimal dengan kondisi berbatu dan belum bisa dilalui oleh kendaraan roda 4. Bahkan jembatan yang menghubungkan ke 2 desa tersebut adalah jembatan gantung yang hanya bisa dilewati oleh kendaraan roda 2.

Dikatakan Abah Sopandi (50) warga Kampung Tegal Bungur, hal ini sudah biasa dilakukan warga jika ada yang mau melahirkan.

“Setiap ada yang mau melahirkan untuk dibawa ke Puskesmas pasti ditandu dengan cara digotong beramai-ramai, seperti kejadian sekarang. Yah harus gimana lagi pak, sebab akses jalan yang jelek dan sempit karena belum bisa dilalui mobil dan juga jembatannya gantung,” katanya, Senin (19/3/2018).

Abah menambahkan, dirinya berharap kepada pemerintah Daerah dan Pusat untuk segera dibangun jembatan menuju Desa yang bisa dilewati kendaraan roda 4.

“Kami juga ingin merasakan kemerdekaan dan kemajuan pembangunan seperti desa lainnya,” ungkapnya.

Hal sama dikatakan Cacang (30) warga Desa Wanasari, bahwa di Kampung Singkup Desa Sukamulya juga mengalami hal yang sama jika ada yang mau melahirkan dibawa ke Puskesmas dengan cara di tandu.

“Jalan jelek dan berbatu, tidak bisa dilewati mobil sebab jembatannya kecil hanya motor yang bisa lewat,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *