Gulir ke bawah untuk membaca
Contoh Gambar di HTML

Contoh Gambar di HTML

HOME

Miris, Warga Beramai Ramai Bawa Ibu Melahirkan Dengan Ambulance Manual

×

Miris, Warga Beramai Ramai Bawa Ibu Melahirkan Dengan Ambulance Manual

Sebarkan artikel ini

METROMEDIANEWS. CO – Perjuangan dan usaha warga Kampung Tegal Bungur, Cianjur Selatan, membawa seorang ibu yang mau melahirkan dengan cara ditandu menggunakan sebatang kayu bambu yang dililit kain sarung patut diacungi jempol. Ambulace manual yang dilakukan warga Kampung Tegal Bungur pun sontak menjadi perhatian masyarakat luas.

Warga melakukan pertolongan pertama kepada Rima yang mau melahirkan untuk dibawa ke Puskesmas Naringgul dikarenakan akses jalan desa yang tidak maksimal dengan kondisi berbatu dan belum bisa dilalui oleh kendaraan roda 4. Bahkan jembatan yang menghubungkan ke 2 desa tersebut adalah jembatan gantung yang hanya bisa dilewati oleh kendaraan roda 2.

Dikatakan Abah Sopandi (50) warga Kampung Tegal Bungur, hal ini sudah biasa dilakukan warga jika ada yang mau melahirkan.

“Setiap ada yang mau melahirkan untuk dibawa ke Puskesmas pasti ditandu dengan cara digotong beramai-ramai, seperti kejadian sekarang. Yah harus gimana lagi pak, sebab akses jalan yang jelek dan sempit karena belum bisa dilalui mobil dan juga jembatannya gantung,” katanya, Senin (19/3/2018).

Abah menambahkan, dirinya berharap kepada pemerintah Daerah dan Pusat untuk segera dibangun jembatan menuju Desa yang bisa dilewati kendaraan roda 4.

“Kami juga ingin merasakan kemerdekaan dan kemajuan pembangunan seperti desa lainnya,” ungkapnya.

Hal sama dikatakan Cacang (30) warga Desa Wanasari, bahwa di Kampung Singkup Desa Sukamulya juga mengalami hal yang sama jika ada yang mau melahirkan dibawa ke Puskesmas dengan cara di tandu.

“Jalan jelek dan berbatu, tidak bisa dilewati mobil sebab jembatannya kecil hanya motor yang bisa lewat,” ujarnya.

Kepala Desa Wanasari Upid Syaripudin membenarkan adanya kejadian warga bergotong royong membawa ibu yang mau melahirkan ke Puskesmas dengan cara ditandu.

“Sebenarnya mobil juga sudah bisa masuk hanya jalannya harus memutar ke arah Desa Balegede jadi bisa lebih jauh dan memakan waktu berjam-jam, belum lagi kondisi jalan yang rusak dan bebatuan,” terangnya kepada MMN saat dihubungi via telepon selularnya.

Upid mengatakan, bahwa jalan itu masuk jalan Kabupaten jadi bukan jalan Desa sehinga bukan wewenang kepala Desa untuk membangun jalan tersebut.

“Terkait dengan jembatan gantung jalan penghubung 2 Desa, Alhamdulilah…kami bersama Kepala Desa Naringgul sudah menggangarkan dari Dana Desa Tahun 2018, dan dalam waktu dekat ini akan segera dibangun dan sudah di masukan dalam RAPbds Desa,” ucapnya.

Lebih dari itu Upid mengatakan, dirinya berharap jalan menuju Kabupaten penghubung 2 Desa segera diperbaiki dan dibangun oleh pihak Dinas terkait.

“Kalau jalan sudah bagus akan memudahkan aktivitas warga kami serta akan meningkatkan sumber daya manusia didesa kami,” tambahnya.

Pantauan MMN, dari lokasi Kampung Tegal Bungur Desa Wanasari menuju Puskesmas kurang lebih sekitar 2 KM. Dan berdasarkan data yang ada jumlah penduduk sekitar 3894 jiwa, dengan profesi warga kebanyakan petani Gula Aren/ Kawung, Kopi, Padi dan pengrajin Sapu Injuk.

Diketahui jumlah penduduk Desa Naringgul sebanyak 4820 jiwa dengan tingkat kematian rendah, jumlah penduduk Desa Sukamulya 4215 jiwa dan Desa Balegede jumlah penduduk 5936 jiwa.

(Jay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *