Gulir ke bawah untuk membaca
Contoh Gambar di HTML

Contoh Gambar di HTML

HOME

Misteri “Goa Masigit atau Goa Kelelawar” di Kawasan Rompang Naringgul

×

Misteri “Goa Masigit atau Goa Kelelawar” di Kawasan Rompang Naringgul

Sebarkan artikel ini

MetroMediaNews.co – “Goa Kelelawar” atau disebut juga “Goa Masigit” mungkin masih terdengar asing bagi pecinta wisata. Goa yang berlokasi dikawasan Gunung Rompang, Kampung Garungang RT 01 RW 11 Desa Naringgul, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pertama kali ditemukan oleh Ustad Jejen yang merupakan seorang tokoh masyarakat Naringgul.

Hingga saat ini sejarah keberadaan “Goa Masigit” belum diketahui secara persis. Namun dari informasi yang berkembang dimasyarakat beragam dugaan dilontarkan tentang keberadaan goa tersebut. Ada warga yang mengatakan peningalan sezarah pada zaman para Wali, namun ada juga yang mengatakan peninggalan sejarah Prabu Siliwangi atau Kandaga Kalang Sunda.

Namun terlepas dari jamannya sejarah apapun, situs “Goa Masigit” bisa jadi aset Desa Naringgul, Cianjur Selatan, dan Pemda Cianjur dalam hal ini Dinas Pariwisata Kabupaten karena situs ini memiliki eksotisme keindahan alamnya yang masih alami.

Diketahui didalam “Goa Masigit” berbentuk bangunan kuba-kuba Mesjid dan di pintu masuk goa terdapat banyak binatang kelalawar, sehingga goa tersebut terlihat seram dan masih kental dengan aura mistiknya.

Konon katanya Ustad Jejen yang merupakan tokoh masyarakat Naringgul pernah menghatamkan Alquran didalam goa tersebut dengan tenang selama 3 bulan pada tahun 2004.

Kepala Desa Naringgul Asep Hilman, menjelaskan bahwa mengenai penemuan gua pihaknya beserta LPM Desa sudah sejak awal bersama tokoh Kampung Garunggang pernah ditulis oleh sesepuh/tokoh Mulyana, dalam sebuah cerita yang bersumber dari Kandaga Kalang Sunda oleh karenanya tokoh setempat memberikan analisa akhir di catatan.

“Kami pemerintah desa belum dapat memastikan atau tidaknya jadi destinasi wisata. Beberapa hal yang perlu diperhitungkan mulai dari akses jalan dan infrastrukturnya. Selanjutnya tingkat keberadaan layaknya harus ada peninjauan ulang oleh para ahli mengenai gua tersebut di dalamnya,” ujar Asep.

Asep menambahkan, hal yang paling kita tekankan akan keamanan karena kontur tanah yang labil dan bebatuan krikil yang rawan longsor.

“Mungkin nanti kami akan melaporkan kepada Bupati Cianjur terkait penemuan goa ini, sebab masuk ke salah satu program Bupati terkait wisata alam, apalagi ini situs yang masih alami,” terangnya.

Suhendar (38) salah seorang warga yang pernah menelusuri dan pernah masuk kedalam “Goa Masigit” tidak habis pikir dengan keberadaan goa tersebut karena menurutnya goa tersebut tidak mungkin alami karena konturnya sangat berbeda.

“Pasti ada orang yang membuatnya, tapi sampai saat ini belum terungkap tentang silsilah goa tersebut. Saat kita berada didalam “Goa Masigit” pasti merasa betah, dan disetiap lorong terdapat kamar-kamar kecil juga di sampingnya seperti tempat-tempat duduk santai,” tuturnya.

Lebih dari itu Suhendar berharap, “Semoga pihak Pemda, Provinsi dan Pusat dapat menjadikan “Goa Masigit” menjadi tempat wisata alam, dan lebih dari itu untuk infrastukturnya diperbagus sehingga akan menambah perekonomi untuk warga setempat,” pungkasnya.

(Jay)

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *