Gulir ke bawah untuk membaca
Contoh Gambar di HTML

#
#
HOME

Objek Wisata 7 Curug Mata Air Mananggel Sangat Berpotensi

×

Objek Wisata 7 Curug Mata Air Mananggel Sangat Berpotensi

Sebarkan artikel ini
7 CURUG MATA AIR MANANGGEL
7 CURUG MATA AIR MANANGGEL
55 Pengunjung

MetroMediaNews.co – 7 Curug mata air yang berada di bawah kaki Gunung Mananggel tepat di Kampung Pawati, Desa Mekarjaya, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, terpancar keindahan panorama yang memikat dan berpontensi untuk dijadikan obyek wisata unggulan.

Lebih dari itu banyak ditemukan beberapa temuan sangat indah yang memiliki nilai sejarah. Salah satunya penemuan sejarah yang terletak di 7 situs, salah satunya situs Shanghiang Tapak.

Shanghiang Tapak kaki kiri tergambar pada Batu Hitam berukuran sekitar 30×14 cm yang terletak tepat di puncak Gunung Mananggel, bukit berketinggian sekitar 800 meter Dpl (Dari Permukaan Laut).

Diketahui, konon katanya Sanghyang Tapak merupakan Tapak Kaki Resi Pananggel alias Pangeran Laganastasoma, salah satu keturunan Raja-raja Jampang Manggung, kerajaan yang didirikan Prabu Kujang Pilawa pada tahun 330 saka (sekitar tahun 406-407 M). Jadi, keberadaannya jauh mendahului Kabupaten Cianjur yang baru didirikan pada 1677.

Wakil Ketua Dewan DPRD Kabupaten Cianjur dari Fraksi Gerindra Andry Suryadinata mengatakan, Destinasi Pariwisata adalah area atau kawasan geografis yang berbeda dalam suatu atau lebih wilayah administratif yang di dalamnya terdapat unsur: daya tarik wisata, fasilitas pariwisata, aksesibilitas, masyarakat serta wisatawan yang saling terkait dan melengkapi untuk terwujudnya kegiatan kepariwisataan.

“Untuk menjadi sebuah produk wisata yang baik, pemerintah dan seluruh Stakeholder harus bergerak bersama merubah seluruh potensi wisata yang ada di Kabupaten Cianjur, dengan memperhatikan 3A, yakni Atraksi, Aksesibilitas, dan Amenitas,” ujar Andry.

Lebihlanjut Andry mengatakan, Atraksi menjadi satu alasan bagi wisatawan untuk berkunjung ke destinasi wisata tertentu. Hal ini pula yang perlu dikembangkan disetiap obyek, dengan rutin menyajikan atraksi seni dan budaya lokal ataupun even-even besar dengan mendatangkan publik figur yang dikenal luas masyarakat, yakni Aksesibilitas ataupun kemudahan menjangkau lokasi wisata, dengan tersedianya sarana transportasi yang memadai. Sedangkan A yang ketiga adalah Amenitas, yaitu terkait dengan semua bentuk fasilitas dan pelayanan bagi wisatawan selama berkunjung ke satu destinasi wisata.

“3A inilah yang harus kita pikirkan bersama untuk merubah potensi menjadi produk wisata. Harus ada atraksi, aksesnya harus dibuka seluas-luasnya, juga harus tersedia fasilitas lainnya seperti toilet, mushola, tempat orang berjualan makanan dan souvenir,” katanya.

(NN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *