SUBANG, MMN.CO – Fenomena kerat mengerat kebiasaan binatang seperti tikus itu dilakukan lantaran terpaksa agar giginya tidak memanjang (baca: perilaku hewan itu didasari unsur keterpaksaan), sementara bagi oknum yang bernaung di bawah institusi berslogan‘ Pahlawan tanpa tanda jasa’ nampaknya sudah begitu kronis. Aksi penggerogotan dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) yang dilakukan oknum ada unsur kesengajaan ingin memperkaya diri sendiri.
Hal itu sudah menjadi fakta publik, bahkan menjadi isue yang tak mudah hilang sekaligus tidak mudah diusut.
Berdasarkan hasil penelusuran dan keterangan sumber yang dihimpun Media Metro News (MMN) menyebutkan, perilaku tidak terpuji itu diduga dilakukan Heni Hendarti oknum Kepsek SDN Rancabogo, DesaTambakan, Kec. Jalancagak, Kab. Subang, Prov. Jawa Barat yang menggasab dana BSM anak didiknya belasan juta rupiah.
Kasus ini terungkap bermula dari pertanyaan para orang tuamurid kepada sejumlah guru SDN Tambakan-I yang bangunan gedungnya bersebelahan dengan SDN Rancabogo.
Para orang tua murid yang memperoleh dana BSM merasaheran, kenapa dana BSM di SDN Tambakan-I sudah dibagikan, sementara dalam kurun waktu yang sama di SDN Rancabogo belum ada pembagian.
Protes keras para orang tua murid pun menyeruak. Penasaran dengan kejadian ini mereka melakukan pengecekan ke BRI Unit Jalancagak. Diperoleh keterangan ternyata menurut pihak BRI Unit Jalancagak dana BSM SDN Rancabogo telah dicairkan pada 11 Januari 2017 diperuntukan bagi 32 siswa sebesar Rp.12 jutaan, sedangkan sisanya 15 siswa belum bisa dicairkan karena saat itu persyaratan belum lengkap. Namun sepekan kebelakang saat MMN menyambangi kantor BRI Unit Jalancagak ternyata dana BSM sisanya sudah dicairkan.















