Gulir ke bawah untuk membaca
Contoh Gambar di HTML

#
#
HOME

Partisipasi KB Masyarakat di Cimahi Cukup Tinggi

×

Partisipasi KB Masyarakat di Cimahi Cukup Tinggi

Sebarkan artikel ini
7 Pengunjung

MMN.CO, (CIMAHI) – Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP2KBP3A) Kota Cimahi mengklaim jumlah partisipasi masyarakat terhadap program Keluarga Berencana (KB) cukup tinggi.

Berdasarkan data dari DinsosP2KBP3A Kota Cimahi, jumlah kepesertaan KB mencapai 90 ribu orang atau sekitar 78,20% penduduk Kota Cimahi.  

“Sebenarnya jumlah kepesertaan KB Kota Cimahi cukup tinggi. Sekitar 12 ribu lagi yang belum,” terang Kepala DinsosP2KBP3A Kota Cimahi, Erick Yudha saat ditemui disela-sela acara Pemanfaatan Peran Mitra Kerja dalam Promosi dan Konseling Kesehatan Reproduksi bagi Tokoh Agama-Tokoh Masyarakat Kota Cimahi tahun 2017 di Aula Gedung A Pemkot Cimahi, Jalan Raden Demang Hardjakusumah, Senin (08/05).

Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat dari seluruh kelurahan yang ada di Kota Cimahi.

Erick menjelaskan, tujuan dilibatkannya tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam program KB ialah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang program tersebut yang bukan cara menggugurkan.

“Masih ada yang berpikiran bahwa porgam KB ini prosesnya seolah-olah kaya mengugurkan, padahalkan tidak mengugurkan. Justru mencegah jangan sampai ketemu antara sperma laki-laki dengan induk telurnya. Kita mencegah seperti itu,” jelas Erick.

Menurut dia, saat ini masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa program KB ini sama saja dengan mengugurkan. ‎“Tidak semua masyarakat memahami itu, terutama dari sisi agama, seolah kita menggugurkan,” tegasnya.

“Kita mengharapkan dari tokoh-tokoh ini ikut terlibat supaya mendorong masyakar untuk menggunakan KB,” tambah Erick.

Selain paradigma penggunaan KB, lanjut Erick, pihaknya juga ingin mencoba merubah mindset masyarakat yang tadinya terbiasa menggunakan kondom, agar beralih mengikuti program KB jangka panjang.

“Tapi bagaimana mengajak mereka untuk merubah cara, yang tadinya pakai kondom tapi ganti jadi jangka panjang,” katanya. (Fey)‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *