Gulir ke bawah untuk membaca
Contoh Gambar di HTML

#
#
Cianjur

Pasca Jebolnya Tanggul Kali Cicadas Cijati, Puluhan Hektar Sawah Warga Terancam Gagal Panen

×

Pasca Jebolnya Tanggul Kali Cicadas Cijati, Puluhan Hektar Sawah Warga Terancam Gagal Panen

Sebarkan artikel ini
Foto: Ketua Karang Taruna, PP KOTI, 234 SC Regwil Cijati saat meninjau tanggul Kali Cicadas yang jebol dan airnya merendam sawah milik petani.
22 Pengunjung

MMN.co, Cianjur – Pasca terjadinya banjir bandang pada hari Sabtu 21 Mei 2022 yang lalu karena jebolnya tanggul penahan air kali Cicadas akibat luapaan air puluhan hektar sawah milik warga Kampung Cicadas, Desa Cibodas, Kecamatan Cijati, Cianjur Selatan, Jawa Barat, terendam sehingga berdampak terjadinya gagal panen.

Ironinya hingga kini belum ada penanganan serius dari dinas terkait baik untuk perbaikan tanggul kali Cicadas ataupun bantuan untuk para petani yang sawahnya terkena imbas akibat banjir bandang tersebut.

Isnan Wiranursyeha (31) ketua Karang Taruna Kecamatan Cijati menjelaskan, adanya peristiwa banjir bandang yang terjadi beberapa Minggu ke belakang tepatnya pada tanggal 22 Mei 2022 yang menyebabkan aliran air merendam kurang lebih 30 hektar lahan sawah milik warga petani dan kini berdampak gagal panen.

“Kami dari Karang Taruna sudah berupaya melaporkan adanya peristiwa bencana banjir tersebut baik kepada relawan tangguh bencana (RETANA) dan juga kepada badan penanggulangan bencana daerah (BPBD). Tapi apa hingga kini belum ada penanganan serius baik bantuan untuk para petani atau bantuan perbaikan tanggul kali Cicadas,” katanya lewat pesan WhatsAp yang dikirim kepada MMN.co, Minggu (5/6/2022).

Isnan menambahkan, sebentar lagi akan memasuki musim penghujan kasihan para petani sehingga kami Karang Taruna Cijati, PP KOTI, 234 SC tergerak untuk meninjau ke lokasi bencana.

“Begitu kami meninjau luar biasa ternyata sangat berdampak sekali kerugiannya bagi para petani dari jebolnya tanggul tersebut Itu imbasnya puluhan hektar sawah terancam gagal panen. Coba kalau sampai terjadi lagi banjir bandang sedangkan tanggul sampai saat ini belum juga diperbaiki,” tambahnya.

Masih kata Isnan, yang menjadi persoalan hari ini kemana peran RETANA yang notabene adalah relawan tangguh bencana terus. Kemana peran pemerintah desa Cibodas, Kecamatan Cijati ataupun steakholder yang terkait dalam masalah bencana ini.

“Sedangkan kami menjadi triger untuk para petani karena adanya kami organisasi untuk mengurangi permasalahan sosial kemasyarakatan. Kami ingin menjadi solusi untuk masyarakat bukan menjadi provokatif,” ucapnya.

Maka dari itu untuk Retana, instansi pemerintahan khususnya yang ada di Kecamatan Cijati, ataupun steakholder yang terkait untuk segera atasi penanganan bencana. Kasihan para petani, mereka harus gagal panen,” tukasnya.

Sementara Itu Sandi Camat Cijati menjelaskan, terkait banjir bandang di kali Cicadas, Desa Cibodas, pihak pemerintah kecamatan belum menerima laporan dari pihak pemerintah desa.

“Terimakasih atas informasinya dari rekan rekan media, kami Pemerintah kecamatan besok pagi akan langsung menindaklanjuti untuk mengecek survai ke lokasi kejadian banjir bandang dan akan menghitung kerugian para petani yang sawah terendam banjir yang mengakibatkan gagal panen untuk segera membuat laporan ditembuskan ke Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Cianjur,” ujar Camat Cijati saat di hubungi MMN.co, Minggu (5/6/2022).

Camat menegaskan, menurut keterangan pemerintah desa sendiri adanya kejadian banjir bandang dikali Cicadas belum menerima laporan.

“Besok pagi bersama pemerintah desa Cibodas akan langsung mengecek lokasi, dan kami selaku pemerintah kecamatan hanya bisa memfsilitasi dan mengumpulkan data untuk diteruskan ke dinas terkait,” pungkasnya.

(jay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *