MetroMediaNews.co – Mengajar memakai hahasa Indonesia pada anak-anak kelas awal sekolah dasar yang masih menutur bahasa-bahasa daerah menjadi tantangan tersendiri bagi para pengajar. Apalagi kalau dalam kelas tersebut banyak anak dengan latar belakang beragam bahasa daerah, hal tersebut akan menambah tingkat kerumitan pembelajaran.
Di pihak lain, guru dituntut tidak hanya mampu menyampaikan konten pembelajaran, tapi secara perlahan juga melakukan transisi penggunaan dari bahasa daerah ke bahasa Indonesia secara utuh sebagai pengantar dalam pembelajaran tersebut.
Tim INOVASI yang terdiri dari 10 Fasilitator Daerah Sumba Timur menemukan banyak temuan menarik selama melakukan proses penelitian prepilot transisi penggunaan bahasa daerah ke bahasa Indonesia dalam pembelajaran kelas awal atau kelas satu, dua dan tiga di tiga SD di Sumba Timur.
Salah satunya terdapat sekolah yang dari kelas satu sampai kelas tiga, selama proses pembelajaran yang diamati peneliti, porsi penggunaan bahasa daerahnya hampir sama yaitu sekitar 90 persen.
“Idealnya, semakin tinggi jenjang kelas, penggunaan bahasa Indonesia sebagai pengantar pembelajaran semakin meningkat,” ujar Afifuddin, Education Officer program INOVASI dari Jakarta saat memimpin kegiatan penelitian tersebut di beberapa sekolah di Haharu Sumba Timur, Kamis (25/01).
Menurut Afif, agar transisi penggunaan bahasa mulus, guru harus mengerti kapan sebaiknya menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Daerah secara tepat.
“Kalau bahasa daerah terlalu banyak digunakan dan tidak dilakukan transisi perlahan, ketika menginjak kelas tinggi, anak-anak akan kesulitan mengetahui bahasa teks yang semakin kompleks yang terdapat di buku-buku teks sekolah, sehingga pencerapan terhadap pembelajaran juga akan sangat kurang,” katanya.















