HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
HOME

Pergeseran Nilai dalam Pemanfaatan Media Sosial

198
×

Pergeseran Nilai dalam Pemanfaatan Media Sosial

Sebarkan artikel ini
‎Pergeseran Nilai dalam Pemanfaatan Media Sosial
 
MMN.CO (BANDUNG) – Dewasa ini Media Sosial (Medsos) mengalami pergeseran nilai dalam pemanfaatannya. Semakin mudahnya akses terhadap Medsos menjadi alasan pergeseran nilai tersebut. Bukan hanya kalangan menengah ke atas saja, kalangan menengah ke bawah pun hampir semua memiliki akses yang bebas terhadap Medsos.
 
Pernyataan tersebut disampaikan Pengamat Media Sosial Hendra Hendarin dalam Diskusi Publik bertajuk ‘Ancaman Intoleransi Terhadap Ketahanan Bangsa: Peran Pemerintah, Akademisi, Mahasiswa dan Pers dalam Merawat Kebhinekaan’ yang di gelar di Auditorium Institut Francais D’Indonesie, Jalan Purnawarman, Kota Bandung, Selasa (25/04).
 
Ia melanjutkan, hal tersebut terjadi karena hampir semua masyarakat memiliki gadget yang mampu mengakses setiap kebutuhan informasinya. Berbeda dengan masyarakat dahulu yang masih mengandalkan media elektronik seperti televisi dalam menggali informasi.
 
“Medsos adalah salah satu media yang saat ini diperhitungkan. Karena orang-orang lebih memilih gadget di banding tv,” ujarnya.
 
Dikatakan Hendra, sebagian orang menganggap Medsos tersebut sebagai kebutuhan, sehingga dalam penggunaan dan pemanfaatannya acap kali digunakan untuk hal-hal negatif.‎
 
“Pemanfaatannya sudah kepada kepentingan golongan, ini yang kita khawatirkan. Apabila, pemanfaatan ini di ambil oleh kepentingan politis, maka hal ini bisa menjadi suatu yang tidak baik,” tuturnya.
Menurutnya, pemanfaatan Medsos dalam menggring opini untuk kepentingan politis terjadi dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta. Apalagi  sasarannya merupakan kalangan menengah ke bawah yang berbeda daya cerna sehingga lebih efektif untuk dijaring.
 
“Ini suatu hal yang tidak adil sama sekali. Artinya kita memanfaatkan sebagian masyarakat melalui hal yang fundamental itu sangat tidak adil,” katanya.
 
Ia pun menilai, ppa yang terjadi pada Pilkada DKI Jakarta bisa terjadi juga di beberapa wilayah yang akan menyelenggarakan Pilkada, tak terkecuali di Jawa Barat.‎
 
“Apa yang terjadi di Jakarta bisa terjadi di wilayah yang menggelar Pilkada,” tuturnya.‎
 
Maka dari itu, Hendra mengajak kepada masyarakat untuk memilah seluruh informasi yang berada di Media Sosial. Bukan hanya itu, lanjut dia, masyarakat harus ikut berperan aktif untuk mengecek kembali kebenaran informasi yang diterimanya.‎
 
“Masyarakat harus lebih aktif dalam memilih informasi yang berada di media sosial,” pungkasnya‎. (Mail)‎
Metro Media News Peduli 2026

Mari bersama menebar kepedulian melalui program sosial, budaya, dan kemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk dukungan maupun kerja sama.

Lihat Proposal & Informasi Lengkap »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *