PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
HOME

Petani Subang Gagal Panen, Swasembada Pangan Terancam

515
×

Petani Subang Gagal Panen, Swasembada Pangan Terancam

Sebarkan artikel ini

Ket.Gbr :Warna daun Padi menghitam, pertumbuhannya lambat dan buahnya hampa.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

SUBANG, MMN.CO – Kondisi tanaman padi di musim rendeng (Mt.2106/2017) di Desa-desa sejumlah kecamatan, kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat banyak terserang hama dan penyakit, sehingga tanamannya rusak dan mengering. Hal tersebut membuat petani banyak yang gagal panen dan dikhawatirkan berdampak terancamnya program swasembada pangan.

Dari pantauan Jaya Pos dibeberapa kecamatan di wilayah Kabupaten Subang, kondisinya nyaris sama. Para petani mengeluh, pasalnya tanaman padinya sudah tidak bisa diselamatkan, kendati sudah dilakukan pemberantasan dan pengendalian hama dan penyakit secara maksimal.

Kejadian itu seperti menimpa di Desa-desa di wilayah Kecamatan Binong, Pagaden, Pagaden Barat dan Cipunagara, ratusan hektar sawah disana tidak bisa dipanen. Upaya para petani untuk menanggulangi musibah itu diantaranya ada yang memilih untuk menanam ulang, padahal biaya yang dikeluarkan untuk mengolah tanah dan tanam padi itu tidak sedikit.

“Musim tanam kali ini, kebanyakan tidak panen (puso). Kejadiannya hampir merata, kalaupun ada yang bisa dipanen hasil padinya tidak maksimal seperti tahun-tahun sebelumnya, saya juga dari areal sawah satu hektar hasil panennya hanya dapat 10 karung. Maisng-masing isinya 25- 30 kg/karung. Itu juga butirannya banyak hampa ” ujar Tala, asal petani Desa Karangsari (Kec.Binong).

H.Suhana (60 th), asal petani desa yang sama saat dijumpai di kediamannya mengaku, hasil panenan seluas 3 Ha hanya memperoleh 15 karung, padahal pada musim sebelumnya rata-rata mencapai 6 ton untuk setiap hektarnya.

Pendaftaran Jurnalis – MetroMediaNews.co

MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *