SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
HOME

Petani Subang Gagal Panen, Swasembada Pangan Terancam

423
×

Petani Subang Gagal Panen, Swasembada Pangan Terancam

Sebarkan artikel ini

Ket.Gbr :Warna daun Padi menghitam, pertumbuhannya lambat dan buahnya hampa.

SUBANG, MMN.CO – Kondisi tanaman padi di musim rendeng (Mt.2106/2017) di Desa-desa sejumlah kecamatan, kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat banyak terserang hama dan penyakit, sehingga tanamannya rusak dan mengering. Hal tersebut membuat petani banyak yang gagal panen dan dikhawatirkan berdampak terancamnya program swasembada pangan.

Dari pantauan Jaya Pos dibeberapa kecamatan di wilayah Kabupaten Subang, kondisinya nyaris sama. Para petani mengeluh, pasalnya tanaman padinya sudah tidak bisa diselamatkan, kendati sudah dilakukan pemberantasan dan pengendalian hama dan penyakit secara maksimal.

Kejadian itu seperti menimpa di Desa-desa di wilayah Kecamatan Binong, Pagaden, Pagaden Barat dan Cipunagara, ratusan hektar sawah disana tidak bisa dipanen. Upaya para petani untuk menanggulangi musibah itu diantaranya ada yang memilih untuk menanam ulang, padahal biaya yang dikeluarkan untuk mengolah tanah dan tanam padi itu tidak sedikit.

“Musim tanam kali ini, kebanyakan tidak panen (puso). Kejadiannya hampir merata, kalaupun ada yang bisa dipanen hasil padinya tidak maksimal seperti tahun-tahun sebelumnya, saya juga dari areal sawah satu hektar hasil panennya hanya dapat 10 karung. Maisng-masing isinya 25- 30 kg/karung. Itu juga butirannya banyak hampa ” ujar Tala, asal petani Desa Karangsari (Kec.Binong).

H.Suhana (60 th), asal petani desa yang sama saat dijumpai di kediamannya mengaku, hasil panenan seluas 3 Ha hanya memperoleh 15 karung, padahal pada musim sebelumnya rata-rata mencapai 6 ton untuk setiap hektarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *