Gulir ke bawah untuk membaca
Contoh Gambar di HTML

#
#
Nasional

Pilpres di 5 TPS Sukamanah PSL, Bawaslu RI Sempat Tertahan di Hutan

×

Pilpres di 5 TPS Sukamanah PSL, Bawaslu RI Sempat Tertahan di Hutan

Sebarkan artikel ini
4 Pengunjung

METROMEDIANEWS, CIANJUR – Sebanyak 5 tempat pemungutan suara (TPS) dari 13 TPS di Desa Sukamanah, Kecamatan Mande, Cianjur, Jawa Barat, menggelar pemungutan suara lanjutan (PSL). Ini berdasarkan rekomendasi Bawaslu Cianjur karena tertukarnya surat suara untuk pemilihan DPRD Kabupaten.

Pantauan wartawan di lapangan, Rahmat harus berganti mobil dari sedan dinas Toyota Camry menumpang ke kijang Innova anggota Bawaslu Jabar saat akan mengunjungi 4 TPS yang jalannya cukup terjal. Di tengah perjalanan sekitar hutan saat akan mengunjungi TPS terakhir yang melakukan pemungutan suara ulang, iring-iringan mobil berpapasan dengan mobil truk pengangkut kayu.


Rahmat pun lantas mengunjungi TPS 09 dan TPS 10 yang masih berada di sekitar permukiman warga sekitar 1 kilometer dari balai desa. Di setiap TPS Rahmat menyapa anggota panwascam dan panwas TPS. Ia mengingatkan mereka untuk ngopi dan makan agar terjaga kesehatannya. Perjalanan dilanjutkan setelah selesai dari TPS 10.

Trek menanjak licin pun ditemui saat akan menuju TPS 12 dan TPS 13 yang berada di perbatasan desa. Ilalang dan rumput liar terlihat sudah rimbun dan sedikit menutupi jalur jalan desa. Beberapa tanjakan dan turunan ditemui disertai dengan kubangan air sisa hujan semalam.

Di tengah hutan sekitar Kampung Sukabagja, iring-iringan rombongan mobil Bawaslu RI pun terhenti. Jalan hutan licin yang cukup untuk satu mobil ini menyulitkan kendaraan untuk lewat ketika dari arah berlawanan datang mobil lainnya. Iring-iringan mobil terhenti sekitar setengah jam karena ada mobil truk pengangkut kayu yang besar dari arah berlawanan.

Beberapa anggota Bawaslu dari Cianjur yang berada paling depan turun dari mobilnya. Mereka terlihat berdialog dengan pemilik truk dan warga yang sedang memuat kayu. Rombongan pun menunggu truk mencari jalan yang sedikit luas agar bisa berpapasan dengan lancar.

Dengan susah payah karena kanan tebing dan kiri jurang, satu persatu rombongan iring-iringan pun berhasil melewati truk. Meski ban kendaraan harus selip beberapa saat di tanah liat berlumpur. Tiba di lokasi, rombongan Bawaslu RI yang didampingi Bawaslu Cianjur dan KPU Cianjur langsung memastikan pemungutan suara lanjutan berjalan lancar.

Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu RI, Rahmat Bagja, datang ke Cianjur untuk memastikan pemungutan suara lanjutan pemilu DPRD Kabupaten diikuti oleh semua warga di 5 TPS di Desa Sukamanah, Kecamatan Mande, Sabtu (20/4).

Rahmat sempat khawatir pemungutan suara lanjutan tak diikuti banyak pemilih karena waktu dan sosialisasi yang mepet. Ia datang lebih pagi di Cianjur dan langsung memeriksa satu persatu TPS dan tak ada yang terlewat satupun.

“Saya rela masuk ke daerah terpencil di kawasan Mande, melewati kawasan hutan untuk menuju TPS terakhir yang menggelar pemungutan suara lanjutan. Selesai berjalan kaki dari kantor desa menuju TPS 1,” paparnya.

Rahmat pun mengabarkan ia ingin mengunjungi semua TPS. Ia lantas menerima kabar bahwa beberapa TPS berada di perbatasan desa dan harus melewati beberapa bukit dan hutan. Rahmat tak keberatan. Ia pun memarkirkan kendaraan dinas bernomor polisi rahasia fasilitas sipil di dekat ujung jalan Mande-Cikalongkulon.

“Kedatangan kami, pertama karena kami khawatir ada pemilih yang berkurang, setelah kami ke sini faktanya kedatangan di semua TPS lebih 75 persen,” kata Rahmat di TPS 13 Kampung Sukamahi, Desa Sukamanah, Kecamatan Mande.

Menurutnya, beberapa TPS yang melakukan pemungutan suara lanjutan ini memang memiliki medan yang cukup berat. Ia berharap kendala tersebut tak menjadi halangan bagi para pengawas untuk tetap bekerja keras.

“Perjalanan tadi sangat mengagumkan kami bisa melihat TPS di tengah kolam, TPS di pinggir sungai, dan TPS yang harus melewati medan yang berat,” kata Rahmat.

Anggota Komisoner Bawaslu Jabar, Lolly Suhenty, mengatakan, medan yang sulit memang harus dipantau agar semua informasi cepat sampai.

“Sebelumnya Bawaslu sudah bikin peta kerawanan pemilu, satu di antaranya mengenai akses yang sulit dan jauh,” pungkas Lolly.(Farhan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *