HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
HOME

PNS Karawang Dilarang Pakai Gas Melon

178
×

PNS Karawang Dilarang Pakai Gas Melon

Sebarkan artikel ini

MetroMediaNews.co – Pemerintah Kabupaten Karawang sudah jauh-jauh hari telah mengingatkan melalui Peraturan Bupati tentang harga eceran tertinggi LPG 3 Kg, khususnya untuk agen dan para pengecer gas Elpiji bersubsidi tabung 3 kg, agar tidak menjual melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp16.600 pertabung. Selain terancam pencabutan izin pangkalan maupun agen, dan pedagang juga bisa dikenai sanksi pidana.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) H Teddy Rusfendy di sela acara HUT Dharma Wanita beberapa waktu lalu mengatakan, bahwa pemerintah sudah berkoordinasi dengan Dinas terkait tentang kelangkaan ini sudah bisa di atasi secepatnya dan masyarakat Karawang sudah tidak kesulitan untuk mendapatkan gas Elpiji bersubsidi.

Selain itu juga Teddy memberikan warning kepada para PNS (Pegawai Negeri Sipil) di Karawang untuk tidak memakai gas Elpiji 3 kg.

“Saya melarang keras bagi PNS yang ada di Karawang untuk tidak memakai tabung gas Elpiji 3 kg. Bila ada PNS yang menggunakan gas melon 3 kg maka laporkan pada kami dan akan kami tindak tegas,” demikian ancamnya terkait kelangkaan gas melon di Kabupaten Karawang sudah sampai ke pelosok desa.

Seperti dikatakan Ibu Mus (34) warga desa Tanjung Pakis mengeluhkan sulitnya untuk mendapatkan gas melon 3 kg sehingga dirinya sulit untuk memasak.

“Sudah sepekan ini saya tidak dapat masak karena sulit mendapatkan gas 3 kg. Untuk mendapatkan gas melon saya harus berjalan jauh untuk mendapatkan gas tersebut, selain itu harganya pun sudah mencapai Rp24.000/tabungnya,” ungkap ibu Mus dengan nada kesal.

Hal senada dikatakan oleh Muhammad Soleh (30) warga desa Rengasdengklok bahwa sudah hampir satu minggu tidak bisa memasak karena tidak mendapatkan gas elpiji 3 Kg.

Metro Media News Peduli 2026

Mari bersama menebar kepedulian melalui program sosial, budaya, dan kemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk dukungan maupun kerja sama.

Lihat Proposal & Informasi Lengkap »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *