Gulir ke bawah untuk membaca
Contoh Gambar di HTML

#
#
HOME

Polemik Warga Berujung Musyawarah di Kelurahan

×

Polemik Warga Berujung Musyawarah di Kelurahan

Sebarkan artikel ini

METROMEDIANEWS.CO – Protes diwarnai ketegangan terjadi antara warga Kampung Lembur Tengah dengan pihak pelaksana pembangunan jalan Gang Merpati V diwilayah RW 07, Kelurahan Muka, Kecamatan Cianjur, Cianjur Kota, Rabu (12/9).

Protes warga berdasarkan kekecewaan mereka terhadap pelaksana pembangunan jalan yang tidak komitmen pada kesepakatan awal jalan Gang tetap ada, namun ditengah perjalanan (proses pembangunan) ada perubahan.

“Jalan Gang malah dibangun, dan sebagai penggantinya ditukar dengan tanah kuburan seluas 1600 meter,” ungkap warga kecewa.

Oleh karena itu, untuk menyelesaikan permasalahan tersebut segenap Ketua RT diwilayah RW 007, perwakilan warga dan pihak pembangun jalan menggelar musyawarah yang diselenggarakan di kantor Kelurahan Muka.

Hadir dalam musyawarah tersebut Kepala Kelurahan Muka, Ketua RW 007, perwakilan warga Kampung Lembur Tengah dan Kepolisian dari Polsek Cianjur.

Pokok permasalahan yang dimusyawarahkan ketiga kalinya ini mengenai polemik pembangunan jalan Gang Merpati V di RW 007 yang dibangun oleh pihak pembangun.

Setelah keduanya saling memberikan kejelasan dari penutupan Gang tersebut, keluarlah kesepakatan bahwa Gang tetap ada, tapi didalam bangunan (Gang berupa lorong).

“Alhamdulillah akan kembali dibangun Gang, sesuai kesepakatan awal antara warga dan pihak pembangun, saat bernegosiasi pertama kali,” kata Iyus Ketua RW 007 usai musyawarah.

Lurah Muka, Sofyan Sauri S.Sos mengatakan, bahwa posisi Gang akan tetap ada, hanya saja ada pergeseran dari tempat semula.

“Jalan Gang yang sudah ditutup akan dibuka kembali, dan menembus ke jalan barisan Banteng sepanjang jalan asal x lebar 1,2 meter,” ujar Sofyan.

Lurah Muka menghimbau, untuk siapapun dalam menyelesaikan suatu permasalahan, sebaiknya diselesaikan dengan cara musyawarah secara kekeluargaan.

“Dengan duduk bersama akhirnya bisa menemukan jalan keluar serta kedua belah pihak tidak lagi saling mempermasalahkan, harapnya.

Sementara itu dari perwakilan dari pihak pembangun, ko Halim, enggan untuk diwawancara wartawan.

“Cukup dengan apa yang disampaikan oleh pak Lurah saja,” pungkasnya.

Penulis: Jay|SN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *