Gulir ke bawah untuk membaca
Contoh Gambar di HTML

#
#
HOME

Polisi Akan Periksa PT Saneka Terkait Kecelakaan Yang Menewaskan Pengemudi Setum

×

Polisi Akan Periksa PT Saneka Terkait Kecelakaan Yang Menewaskan Pengemudi Setum

Sebarkan artikel ini
Polisi Akan Periksa PT Saneka Terkait Kecelakaan Yang Menewaskan Pengemudi Setum
Polisi Akan Periksa PT Saneka Terkait Kecelakaan Yang Menewaskan Pengemudi Setum

MetroMediaNews.co – Adang Suherman (55) operator setum (alat perata jalan) PU Binamarga Pusat yang terlindas ban setum seberat 3 tonase akhirnya menghembuskan nafas di rumah sakit Soreang, Kamis sore (25/01) sekitar 17.00 WIB.

Sebelumnya Adang warga Kampung Babakan RT 02/02 Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, sempat dirawat di Puskesmas Naringgul, namun karena kritis dan luka yang dialaminya cukup serius akhirnya mendapat rujukan ke rumah sakit Soreang.

Perihal meninggalnya pekerja PU Binamarga Pusat dibenarkan oleh Elen selaku Kepala pelaksana PT Saneka saat dikonfirmasi MMN via telpon seluler.

“Benar operator setum siang tadi mengalami kecelakaan di tanjakan Tipar dan meninggal dunia sekitar Jam 17.00 WIB dirumah sakit Soreang. Kami sedang mengurus jasadnya dan akan berkordinasi dengan pihak pusat terkait kecelakaan itu,” ucapnya.

Baca juga: Setum PU Binamarga Pusat Hantam Rumah Warga, Pengemudi Tewas Terlindas

Sementara itu Kapolsek Naringgul AKP Warsono membenarkan bahwa operator setum yang mengalami kecelakaan tunggal di tanjakan Tipar meninggal dunia di rumah sakit Soreang.

“Kami pihak Polsek Naringgul mendapat kabar dari pihak keluarga bahwa korban telah meninggal dunia. Sebelumnya pada saat dibawa ke Puskesmas Naringgul korban masih dalam keadaan hidup. Selanjutnya kami akan berkordinasi dengan pihak Lakalantas Polres Cianjur guna untuk pengembangan,” terangnya.

Ia menambahkan, diduga kuat mesin setum sudah tidak layak pakai atau oprasionalnya.

“Dilihat dari kondisi mesin setum itu kelihatanya sudah tidak layak pakai, apa lagi dengan kondisi medan jalan di daerah Naringgul yang kondisinya turun naik pegunugan. Selanjutnya kami akan memeriksa pihak PT Saneka guna untuk penyelidikan terkait terjadinya kecelakaan tunggal di Naringgul yang diduga bisa saja ini suatu kelalaian pihak PT yang memiliki alat berat,” pungkasnya.

(Jay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *