Gulir ke bawah untuk membaca
Contoh Gambar di HTML

HOME

Polisi Bubarkan Pagelaran Budaya Debus yang Berbuntut Ricuh

×

Polisi Bubarkan Pagelaran Budaya Debus yang Berbuntut Ricuh

Sebarkan artikel ini

METROMEDIANEWS.CO – Polisi terpaksa membubarkan Pagelaran Budaya Debus yang diselenggarakan salah seorang warga Kampung Cadot dalam rangka syukuran khitanan, Minggu (9/9) malam kemarin.

Acara yang diselenggarakan di lapangan bola, Kampung Cadot RT 003/ 005 Desa. Sukamanah, Cugenang, Cianjur, terpaksa dibubarkan aparat kepolisian, pasalnya telah terjadi pengeroyokan pada salah seorang warga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun MMN, kejadian bermula saat korban Wandi M (20) bersama Toni (27), warga Kampung Goledag RT 003/ 005 Desa, Sukamanah, Cugenang, Cianjur, mendatangi pagelaran debus dalam rangka syukuran khitanan putra Udep (35).

Toni menanyakan kepada pemuda, siapa yang menantangnya, padahal kejadiannya sudah satu bulan yang lalu, selain itu, ia juga mengeluarkan kata-kata kasar seolah ‘menantang balik’, kemudian secara tiba-tiba tiga orang pelaku (pemuda setempat) langsung mengeroyok korban.

“Korban yang datang bersama Toni, dikeroyok oleh tiga orang padahal mereka saling mengenal. Permasalahanya Toni datang dan menanyakan siapa yang menantang, dengan nada kasar malah balik menantang. Jelas pemuda setempat merasa tidak enak kemudian terjadilah pengeroyokan kepada Wandi teman Toni,” kata salah seorang warga.

Akibat dari pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka di bagian bibir dan merasa sakit di bagian badan, kendati demikian korban masih bisa beraktivitas.

Adapun pelaku pengeroyokan salah satu diantaranya, Ard (21) Bin Bubun Bunyamin Cs, pemuda asal Kampung Cadot RT 02/ 05 Desa, Sukamanah Cugenang, Cianjur, sementara dua orang lainnya belum diketahui.

Beruntung peristiwa tersebut dapat diselesaikan dengan jalan musyawarah dari kedua belah pihak, dan dibuatkan surat pernyataan diatas segel yang disaksikan oleh orang tua korban, Ketua RT / RW setempat, serta Babinkamtibmas Desa Sukamanah dan para pelaku bersedia untuk membiayai pengobatan korban.

Sementara itu, Udep selaku hajat mengaku kecewa atas ulah pemuda yang tidak bertanggung jawab.

“Mudah-mudahan kita bisa mengambil hikmah dari kejadian itu,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon selular, Senin (10/9).

Penulis: Jay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *