Gulir ke bawah untuk membaca
Contoh Gambar di HTML

#
#
HOME

PPDB 2017/2018, Kadisdik Jabar Akui Masih Ada Praktik Titip Siswa 

×

PPDB 2017/2018, Kadisdik Jabar Akui Masih Ada Praktik Titip Siswa 

Sebarkan artikel ini
12 Pengunjung

MMN.CO, (BANDUNG) – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Ahmad Hadadi mengakui masih terdapat praktik titip menitip peserta didik untuk masuk ke Sekolah Menegah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tertentu pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur non akademis SMA/SMK tahun ajaran 2017/2018.

“Memang sekarang masih banyak yang main titip-titip siswa, ya kita kembalikan kepada mekanisme, kalau kepala sekolah dan panitia takut, ya hadirkan saja aparat hukum,” kata Hadadi usai rapat koordinasi PPDB di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (08/06).

‎Dikatakan Hadadi, hingga kini banyak kepala sekolah yang melaporkan tentang banyaknya pihak yang ingin menitipkan anaknya di sekolah favorit. Termasuk diduga dari kalangan pejabat.

‎“Jadi ya ada yang merasa lebih, punya kewenangan, sehingga mereka ingin pelayanan lebih. Makanya kami silahkan kepala sekolah yang punya otoritas untuk memutuskan dengan instrumen dan juklak juknis yang ada. Kepala sekolah dan panitia tentunya harus tegas menghadapi itu,” katanya.

‎Menurut Hadadi, pihaknya akan tetap berupaya membangun sistem PPDB agar lebih baik dan terhindar dari praktik titip menitip siswa yang dilakukan pihak-pihak tertentu. ‎Namun, ia juga meminta pihak sekolah harus berani tegas.

‎“Sistem ini kita buat untuk mengantisipasi hal-hal seperti itu, makanya kita kembalikan kewenangannya pada pihak sekolah untuk mengaturnya. Sekarang ini gak ada istilahnya titip-titip siswa. Jadi pihak sekolah harus tegas mengantisipasi itu,” kata Hadadi.

‎Selain itu, pada proses PPDB saat ini, sekolah diberikan kewenangan untuk menerima murid. Sebelumnya kebijakan memang diatur langsung Dinas Pendidikan, namun, sekarang kewenangan diberikan kepada kepala satuan panitia di sekolah.

‎“Tapi kami ada pengawasan, dari pengawas internal dan eksternal, kita rekrut beberapa dewan pendidikan, pemerhati yang konsen terhadap pendidikan,” ‎katanya. (Yono)‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *