MetroMediaNews.co – Dunia pendidikan sangat berperan aktif dalam membangun suatu negara atau bangsa, karena dalam suatu negara dimana rakyatnya membutuhkan dunia pendidikan pastilah negara tersebut akan maju.
Sama halnya di negara yang sedang berkembang seperti Indonesia, yang mana pendidikan sangat dibutuhkan terutama fisik bangunan untuk melaksanakan pembelajaran terhadap anak-anak didik.
Namun sangat disayangkan yang terjadi di kabupaten Karawang. Bantuan pemerintah berupa bangunan sekolah untuk sarana pendidikan diduga di korupsi berjamaah oleh sekelompok oknum kepala sekolah.
Adang Kepala sekolah SD Negeri Kertarahayu II saat di jumpai MMN di sekolahnya dengan didampingi orang berbadan kekar menerangkan, bahwa tentang sumber dana anggaran rehab yang dia terima ini tidak tahu dari mana asalnya.
“Tentang jumlah anggaran yang saya terima jangan ditanya, lebih baik cek saja langsung bangunannya dan anda prediksi sendiri kira-kira menghabiskan anggaran berapa bangunan rehab itu,” ujar Adang dengan memperlihatkan wajah tak bersahabat.
Hal senada disampaikan Muhadi Kepala sekolah SD Negeri Jayamulya II yang mendapatkan rehab dan juga sebagai Koordinator rehab sekolah di Kecamatan Cibuaya tidak bisa menyebutkan nilai dan sumber anggaran rehab itu dari mana.
“Mohon maaf ya, anda berhak untuk bertanya dan saya juga berhak untuk tidak menjawab soal nilai dan sumber anggaran itu dari mana,” ucapnya saat di temui di kediamannya.
Sementara itu Wawan Kepala Sekolah SD Negeri Cibuaya I, dengan nada tinggi dan merekam serta memotret para awak media dengan telepon selulernya, seolah tidak terima dengan kedatangan awak media yang menanyakan soal sumber anggaran rehab tersebut.















