Gulir ke bawah untuk membaca
Contoh Gambar di HTML

HOME

Sekolah Diniyah DTA Nurul Huda Kondisinya Sangat Memprihatinkan, Butuh Perhatian dari Pemerintah

×

Sekolah Diniyah DTA Nurul Huda Kondisinya Sangat Memprihatinkan, Butuh Perhatian dari Pemerintah

Sebarkan artikel ini

METROMEDIANEWS.CO – Walaupun dengan keadaan yang sangat memprihatinkan, sebanyak 100 santri Diniyah DTA Nurul Huda yang berada di Kampung Datarmuncang, RT 02/09 Desa Malati, Kecamatan Naringgul, Cianjur Selatan, Jawa Barat, tetap semangat untuk menimba ilmu agama Islam.

Pantauan MMN, para santri belajar di rumah pangung yang berdinding bilik rapuh dan reyod milik salah seorang warga.

Diketahui, sekolah Diniyah DTA Nurul Huda berdiri sejak tahun 2008 dan sudah terdaftar di data elektrik Kementrian Agama Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.

Ironisnya, sekolah tersebut hingga saat ini belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah baik daerah dan pusat.

Kepala Sekolah Diniah DTA Nurul Huda, Dedi Stiadi, S.Pd mengatakan, sejak warga mengusulkan pentingnya pendidikan dasar agama Islam bagi anak anak di desa kami, maka Forum Komunikasi Diniyah Takmiliah Awaliah (FKDTA) dibentuk kemudian keluarlah Surat Keputusan (SK) dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (DJPI) dengan No Kd.10.03/pp.008/458/2010 dari Kementrian Agama.

“Setiap harinya santri belajar di rumah pangung milik warga setempat dikarenakan belum memiliki bangunan sekolah. Pernah setahun yang lalu mendapatkan bantuan dana stimulan sebesar Rp800.000, dan hanya sekali saja,” ujarnya.

Lanjut Dedi, sejak dulu belum pernah mendapatkan bantuan, baik untuk bangunan sekolah atau dana BOS.

“Saat ini untuk upah lelah guru diambil dari hasil iuran santri secara swadaya. Perbulan 4 orang guru mendapat upah Rp125.000, namun hal itu tidak mengurangi semangat para guru untuk mengajar mencerdaskan anak didiknya,” katanya.

Dedi berharap, kedepannya semoga ada perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah maupun pusat.

“Pendidikan Diniyah diwajibkan oleh pemerintah, tapi jika pra sarananya tidak memadai tentunya akan mempengaruhi tingkat maksimal dalam pembelajaran,” tandasnya.

Penulis: Jay
Editor: Dedy Rahman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *