Gulir ke bawah untuk membaca
Contoh Gambar di HTML

#
#
Cianjur

Surga Tersembunyi di Jawa Barat, Owa Jawa Kembali Nampak di Wisata Alam Gunung Pabeasan

×

Surga Tersembunyi di Jawa Barat, Owa Jawa Kembali Nampak di Wisata Alam Gunung Pabeasan

Sebarkan artikel ini
16 Pengunjung

Metromedianews.co – Wilayah Kecamatan Naringgul, Cianjur Selatan surga tersembunyi di Jawa Barat terutama tentang satwa langka seperti Owa Jawa atau Hylobates Moloch hewan primata yang dilindungi ini hampir punah namun disekitaran kawasan wisata alam gunung Pabeasan Malati kembali nampak muncul dan bergelantungan di pohon.

informasi yang dihimpun metromedianews.co selain kemunculan owa jawa (Hylobates moloch), ada juga lutung (Trachypithecus Auratus) dan Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) yang muncul di seputaran kawasan wisata gunung Pabeasan Malati tersebut.

Lien Azhari (25) pedagang disekitar lokasi wisata alam Gunung Pabeasan mengatakan, sekelompok owa jawa tersebut biasanya menampakan dirinya menjelang sore dan pagi.

“Mereka jumlahnya ada yang 10 ekor induk bersama anak anaknya, ada dua kelompok dan biasanya bergelantungan di batang pohon kiara cari makanan saat lapar kayanya,” kata Lien.

Ada juga kelompok Owa Jawa yang lainnya yang bergelantungam di atas pohon pinus di lokasi wisata Pabeasan diatas.

“Harapan kami keberadaan hewan yang langka ini harus dilestarikan dan benar-benar dijaga keberadaanya dan nantinya bisa jadi ikon wisata alam gunung Pabeasan,” ucapnya.

Hal sama diucapkan Abah Cici (51) selaku pengurus wisata alam gunung Pabesan, owa jawa tersebut sekitar ada tiga kelompok.

“Kelompok yang biasa bergelantungan di batang pohon kiara ada juga kelompok owa jawa yang bergelantungan di pohon-pohon pinus, dan biasanya muncul dipagi dan sore hari,” jelasnya.

Selain hewan primata owa jawa, ada juga lutung dan elang jawa juga hewan teringgiling yang sering nampak muncul dikawasan wisata alam gunung Pabeasan.

“Insya allah kami dengan para pengurus wisata yang lainnya akan terus menjaga keberadaan hewan yang dilindungi ini supaya tetap lestari dan berkembang biak,” terangnya.

Abah Caci menegaskan, pihaknya bersama pengurus wisata lainnya akan memasang spanduk larangan pemberitahuan untuk para pemburu liar untuk tidak boleh berburu disekitaran lokasi wisata alam gunung Pabeasan.

“Mari kita jaga bersama keberadaan hewan-hewan langka ini supaya tetap lestari habitatnya,” tukasnya.

(Jay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *