Gulir ke bawah untuk membaca
Contoh Gambar di HTML

#
#
HOME

Terancam Longsor Susulan, Warga Kampung Awisewu Panik

×

Terancam Longsor Susulan, Warga Kampung Awisewu Panik

Sebarkan artikel ini
Terancam Longsor Susulan, Warga Kampung Awisewu Panik
Terancam Longsor Susulan, Warga Kampung Awisewu Panik

MetroMediaNews.co – Sedikitnya 15 rumah warga di Kampung Awisewu, Desa Wanasari Naringgul, Cianjur Selatan, rusak parah akibat longsor yang terjadi pada Jumat (17/11).

Pantauan MMN dilokasi, dinding dan lantai rumah retak-retak serta jalan akses warga mengalami kerusakan yang cukup parah.

Untuk menghindari adanya longsor susulan, sebagian warga mengungsi ke tenda darurat yang sudah disediakan KSB (Kampung Siaga Bencana) dilapangan SD Negeri Sukasirna, dan sebagian warga mengungsi ke desa tetangga tempat kerabatnya.

Seperti dikatakan Ganjar (30) bahwa dirinya bersama keluarga berencana akan mengungsi ke desa sebelah untuk menghindari adanya longsor susulan yang sudah membuatnya trauma.

“Saya berencana ingin mengungsi ke desa Sukabakti, karena trauma dan syok, tapi saya masih menunggu intruksi dari pemerintah setempat apakah tinggal ditenda KSB juga aman,” ungkap Ganjar kepada MMN, Rabu (22/11).

Ganjar menambahkan, saat ini masih terdengar gemuruh dan bebatuan yang jatuh dari tebing. “Warga hingga kini masih ketakutan dan trauma dengan kejadian longsor kemarin,” ucapnya.

Hal sama dikatakan Acum (51) Warga Kampung Awisewu, bahwa retakan tanah bebarengan dengan longor kemarin waktu Hari Sabtu semntara istri saya sudah diungsikan kerumah orang tua saya didesa Sukabakti.

“Saya panik dengan kejadian longsor kemarin, ditambah retakan tanah semakin hari semakin lebar,” terangnya.

Acum berharap kepada pemerintah melalui Dinas terkait untuk memberikan kepastian mengenai kondisi akan ancaman longsor susulan.

Sementara itu Ketua KSB Kecamatan Naringgul Asep Hendar (38) mengatakan dari data yang ada sedikitnya 15 rumah yang berada di Kampung Awisewu Tonggoh mengalami rusak parah.

“10 kepala keluarga sudah mengungsi ke desa Balagede dan lima kepala keluarga lainnya masih tetap bertahan. Sebenarnya kami bersama tim merasa was-was memasang tenda di lapang ini sebab seandainya terjadi tebing yang sekarang tanahnya retak dan ambruk kemungkinan bisa sampai kelokasi tenda,” tuturnya.

Untuk mengantisipasi hal ini tim KSB sudah berkordinasi dengan Kades dan BPBD Kabupaten Cianjur yang sudah berada dilokasi.

(Jay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *