Gulir ke bawah untuk membaca
Contoh Gambar di HTML

#
#
HOME

Tim Mensesneg RI Pantau Lokasi Jalan Cipalegor dan Padat Karya

×

Tim Mensesneg RI Pantau Lokasi Jalan Cipalegor dan Padat Karya

Sebarkan artikel ini
11 Pengunjung

METROMEDIANEWS.CO – Desa Kiarajangkung, Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, masuk 10 Desa kegiatan Padat Karya Tunai “Cash For Work” dalam pelaksanaan penyaluran Dana Desa menerima kunjungan pemantauan langsung ke lapangan oleh tim dari Kementrian Sekretariat Negara (Mensesneg) RI, Rabu (21/3).

Tim dari Mensesneg RI yang di pimpin oleh Kepala Bidang Pembangunan Desa Aston Sidauruk M.AP, Analisis kesejahtraan rakyat M Ribai Subhanda SE dan Staf Admistrasi Renny Herawaty, berkunjung ke lokasi kegiatan pembangunan Jalan Poros Dusun Cipalegor RT 001/006 di dampingi oleh Plt Kasi Bidang Pemerdayaan masyarakat (BumDes) Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPMDPAKB-) Kabupaten Tasikmalaya Sansan Ayip Santosa S.E, Kasi PMD Kecamatan Sukahening, Pendamping desa, Kepala Desa Kiarajangkung Asep Wawan S.Sos dan Staf Desa Kiarajangkung.

Kepala Desa Kiarajangkung Asep Wawan S.Sos mengatakan, kegiatan Padat Karya Tunai cash for work masyarakat yang bekerja mengangkut matrial bangunan dari jalan ke lokasi itu di bayar Rp. 60.000/hari.

“Kegiatan tersebut adalah untuk bahan evaluasi, dampaknya bagaimana buat kepala desa itu delematis karena di bayar kedepanya bagaimana budaya kegotong royongan mungkin harus selalu di bayar,” paparnya.

Ia menambahkan, kunjungan langsung kelapangan oleh tim dari Mensesneg sangat positif karena tidak melalui Kabupaten atau Provinsi.

Intinya, apa yang menjadi kebijakan Presiden Jokowi ini, plus mins bagaimana?

Plusnya, selama ini Desa di untungkan dengan adanya Dana Desa anggaran langsung masuk ke Desa, Kepala Desa tidak seperti tahun 2014 ke belakang harus mencari anggaran sendiri untuk pembangunan.

Minsnya bukan hanya masyarakat tokoh saja yang menjadi mandor sudah bertanya tentang upah kerja sehingga budaya kegotong royongan akan hilang.

(Budi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *