Gulir ke bawah untuk membaca
Contoh Gambar di HTML

Nasional

Wakil Bupati Tasikmalaya Pecah Rekor MURI, Lomba Memasak Nasi 2930 Kastrol

×

Wakil Bupati Tasikmalaya Pecah Rekor MURI, Lomba Memasak Nasi 2930 Kastrol

Sebarkan artikel ini

METROMEDIANEWS.CO – Wakil Bupati Tasikmalaya H. Ade Sugianto selaku Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya menerima Piagam Penghargaan dari MURI karena telah mencatat sejarah Rekor Dunia dengan mengadakan Lomba Memasak Nasi Liwet di Kastrol terbanyak pada Sabtu (20/10 /2018) di lapangan Setda Kabupaten Tasikmalaya.

Sebanyak 2930 kastrol nasi liwet secara serentak di buat oleh para santri dan masyarakat yang ikut berpartisipasi pada perlombaan memasak nasi liwet dalam Rangka Peringatan Hari Santri Nasional ke III Tahun 2018 yang dilaksanakan diareal perkantoran Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya.

“Terima kasih, terima kasih, terima kasih”, ucap Wakil Bupati Tasikmalaya saat mengawali sambutannya. Ucapan tersebut sebagai bentuk kegembiraan yang luar biasa yang ia sampaikan kepada seluruh warga Tasikmalaya serta para santri yang telah turut mensukseskan kegiatan lomba memasak nasi liwet.

“Dengan kegiatan yang luar biasa, kita bisa ngaliwet bersama, mencatatkan diri Kabupaten Tasikmalaya sebagai pemegang rekor dunia”, terangnya.

Dan ia berharap, kedepan dapat menyelenggarakan acara yang lebih hebat, lebih apresiatif dan bisa mencatatkan rekor rekor yang lain yang lebih baik lagi.

READ  Besok Putusan MK Terkait Pilpres Dibacakan, AHY: Saya Hanya Berharap Bangsa Kembali Bersatu

“Terima kasih saya sampaikan kepada museum rekor Indonesia yang telah berkenan datang ke Tasikmalaya, memberikan kajian penilaian, semoga Kehadirannya dicatat sebagai amal soleh oleh Allah SWT”, jelasnya.

Pada kesempatan tersebut H. Ade Sugianto juga berpesan, Peringatan Hari Santri dapat ditranformasikan menjadi gerakan penguatan faham kebangsaan yang bersintesis dengan keagamaan.

Selanjutnya, Peringatan Hari Santri kita gunakan sebagai revitalisasi etos moral kesederhanaan dan spiritualisme yang melekat sebagai karakter dan pribadi santri menjadi solusi ditengah maraknya korupsi dan merebaknya penyakit sosial.

Dan yang terakhir, terang H Ade, “ditengah perkembangan dunia yang sudah di dominasi dunia digital, diharapkan santri mulai menguasai digitalisasi serta IT yang semakin berkembang,” tandasnya.

Penulis: Budi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *