Gulir ke bawah untuk membaca
Contoh Gambar di HTML

#
#
Nasional

Warga Cageundang Dambakan Pembangunan Fisik Sanitasi Air Bersih

×

Warga Cageundang Dambakan Pembangunan Fisik Sanitasi Air Bersih

Sebarkan artikel ini

METROMEDIANEWS.CO – Warga Kampung Cageundang, Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur, Jawa Barat, berharap melalui Program Nasional Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) untuk dibuatkan pembangunan MCK (Mandi, Cuci dan Kakus).

Kampung Cageundang sendiri memiliki tiga mata air bersih yang mengalir dan keluar dari dasar perut bumi jernih dan bersih yang dimanfaatkan warga untuk cuci, mandi dan kakus (MCK). Dalam hal ini tentunya warga tidak perlu lagi ada pembangunan sumur bor.

Agus Iwan (40) Tokoh Pemuda setempat menjelaskan, ada tiga titik lokasi mata air bersih yang jaraknya berdekatan dan bisa dimanfaatkan.

“Jadi tidak usah membangun sumur bor, hanya tinggal pembangunan fisik saja dan membenahi yang kurangnya,” kata Agus, Minggu (18/11/2018).

Lanjut Agus, warga berharap ada bantuan pembangunan MCK yang total permanen.

“Mata air bersih sudah ada hanya tinggal keperluan pembangunan fisik saja dan disalurkan ke sejumlah rumah warga. Lebih dari itu bisa dikelola dan dimanfaatkan sebaik mungkin,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) hanya tinggal jemput bola untuk mencari donatur. Baik itu melalui Pemerintah Daerah (Pemkab) Cianjur, dinas terkait ataupun para donatur.

“Warga sebenarnya sangat mendukung sekali dengan adanya program pembangunan air bersih, namun sayang tiga sumur (mata air bersih) tidak dimanfaatkan sebaik mungkin. Kini kondisinya terbuka lebar kalau warga hendak mau mandi, cuci dan keperluan lainnya,” terang Agus.

Sementara itu Eeng (35) mengatakan, anehnya tiga sumur mata air tersebut posisinya berada atau letaknya di tengah sungai. Namun, tidak pernah kotor dan bau. Bahkan tidak pernah kekeringan, karena mata air selalu keluar dari perut bumi. Keberadaannya bisa dikatakan sudah hampir ratusan tahun, saat ini tetap masih jernih dan bersih sering dipakai oleh warga untuk mandi dan cuci.

“Saat ini hanya perlu atau dambakan bantuan saja untuk dibangun fisiknya. Kalau airnya sudah ada tidak usah ada pembangunan bor lagi. Justru kalau ada kucuran bantuan anggaran lebih irit, pasti akan terpakai berkelanjutan,” ucapnya.

Saat ini kondisinya masih terbuka lebar, posisinya di tengah-tengah sungai juga dihimpit tengah-tengah pesawahan tidak tertutup kalau warga hendak mandi, cuci dan keperluan lainnya.

“Kalau mau mandi malu juga dilihat sama tetangga lainnya, jadi perlu adanya pembangunan fisik,” tandasnya.

Penulis: Jay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *