Gulir ke bawah untuk membaca
Contoh Gambar di HTML

HOME

Warga Mengeluh, Pasca Ambruknya Jembatan Penghubung Dua Desa Belum Ada Perbaikan

×

Warga Mengeluh, Pasca Ambruknya Jembatan Penghubung Dua Desa Belum Ada Perbaikan

Sebarkan artikel ini

METROMEDIANEWS.CO – Warga dua desa keluhkan kondisi jembatan Cigugur penghubung dua desa antara desa Karang Tengah dan Desa Rawagede, Kecamatan Tanggeung, Cianjur Selatan, juga jalan penghubung antar Kecamatan Cijati dan Tanggeung yang ambruk pada Rabu (7/3/2018) lalu kini kondisinya semakin parah dan belum ada perbaikan.

Jembatan sepanjang 10 meter dengan lebar 4 meter yang kedalamannya kurang lebih 8 meter, ironisnya sampai saat ini belum ada tanggapan serta perbaikan dari pihak pemerintah Cianjur. Padahal jembatan jalan pengubung desa sekaligus penghubung jalan antar Kecamatan Tanggeung dan Cijati merupakan jalan lintas warga di dua Kecamatan tersebut.

Warga yang kesehariannya melawati jembatan Cigugur kini sudah mengeluh, sebab akses mereka mencari nafkah terputus sehinga harus memutar ke arah Kecamatan Cijati dan memakan waktu hampir 10 KM, jika pergi ke Kecamatan Tanggeung.

Dikatakan Dadan (30) warga Kampung Karang Tengah RT01/01 Desa Karang Tengah, bahwa dirinya sangat mengharapkan adanya perbaikan jembatan tersebut. “Kalau kemarin kendaraan roda dua masih bisa lewat, tapi kalau sekarang tidak bisa sama skali,” ujarnya.

Dadan menambahkan, kondisi jembatan makin parah setelah kemarin ada hujan besar sehingga kali Cibuni meluap dan jembatan pun ambruk.

“Kami berharap kepada pihak pemerintah baik Daerah maupun Pusat untuk segera memperbaiki jembatan ini, sebab jalan ini merupakan akses kami mencari ladang usaha,” katanya.

Lebih dari itu Dadan menyampaikan, ada jalur lintas tapi sangat jauh sekali karena harus memutar ke arah Kecamatan Cijati dan memakan waktu perjalanan dengan jarak tempuh kurang lebih 20 Km atau sekitar 2 jam untuk bisa mencapai ke Kecamatan Tanggeung.

Hal sama dikatakan Fery (35) tokoh pemuda desa Rawagede, bahwa kondisi jembatan saat ini sudah putus total dan tidak bisa dilewati baik kendaraan roda dua dan roda empat. “Kami sangat sedih sekali, kenapa pemerintah sekan akan membiarkan dan tidak ada solusi untuk segera memperbaiki jembatan Cigugur ini,” ucapnya.

Fery menjelaskan, padahal belum lama ini Bupati Cianjur pernah datang kelokasi jembatan saat acara Cianjur Ngawangun Lembur (CNL), tapi sampai saat ini belum ada tindaklanjutnya. “Kami memohon kepada pihak pemerintah untuk segera memperbaiki jemabatan Cigugur sebab ini akses jalan antar Kecamatan,” ungkapnya.

Sementara Kepala Desa terpilih Desa Karang Tengah H Ahmad membenarkan adanya jembatan penghubung dua desa yang ambruk. “Kami tentunya pihak pemerintah setempat akan berupaya semaksimal mungkin untuk perbaikan, tetapi kami terkendala dengan aturan sebab jembatan ini setatusnya jalan Kabupaten dan tentunya ini tangung jawab pihak PU BINAMARGA Kabupaten Cianjur,” terang Ahmad saat dihubungi MMN, Kamis (12/4/2018).

Lanjut Ahmad, kami sudah melaporkan adanya kejadian ini ke Bupati. “Harapan kami selaku pihak Desa mengharapakan sesegeranya pihak pemerintah daerah untuk memperbaiki jembatan ini, sebab ratusan warga kami yang sehari harinya mengunakan jalur ini jadi terkendala dan yang paling penting akses anak-anak yang mau melakukan aktifitas belajar terkendala dengan Adanya jembatan ambruk,” tandasnya.

Pantuan MMN dilapangan pihak Desa beserta Kecamatan turun kelokasi jembatan dan terlihat sedang memberikan bantuan alternatif sementara untuk-anak anak sekolah agar menyebarang dengan memasang kayu gelondongan.

Penulis: Jay
Editor: Dedy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *