Gulir ke bawah untuk membaca
Contoh Gambar di HTML

HOME

Warga Sukamaju Keluhkan Tumpukan dan Pembakaran Sampah

×

Warga Sukamaju Keluhkan Tumpukan dan Pembakaran Sampah

Sebarkan artikel ini

METROMEDIANEWS.CO – Warga Sukamaju keluhkan tumpukan dan pembakaran sampah yang berada di sungai Cisarua, perbatasan antara Kampung Sukamaju dan Warungkiara, Kecamatan Cianjur.

Akibat tumpukan dan pembakaran sampah tersebut, warga terancam penyakit akibat polusi udara dan bau menyengat yang dihasilkan oleh pembakaran sampah tersebut.

Esih (50) seorang ibu rumah tangga warga setempat membenarkan, harusnya sampah jangan dibuang ke sungai. Sungai Cisarua kini sudah tercemar, kotor dan bau. Apalagi warga selalu membuang sampah ke sungai, bahkan sampah selalu dibakar.

“Kalau bisa jangan dibakar, biasakan sampah dari rumah dipilah-pilah dulu, jadi dimanfaatkan sebaik mungkin. Misalnya sampah organik dan non organik itu dipisah dikelola dengan baik sehingga menjadi uang,” katanya, Senin (20/8).

Warga setempat menyebutkan, minimnya bank sampah atau bak sampah membuat warga kebingungan membuang sampah. Sehingga terpaksa membuang sampah ke sungai (sembarang tempat-red). “Padahal sampah dibakar itu sarang akan penyakit, dan berbahaya juga untuk kesehatan,” ujarnya.

Hal sama dikatakan Intan (25), bahwa warga dekat bantaran sungai terkena imbas polusi udara akibat sampah dibakar.

“Maka itu perlu ada langkah dan solusi terbaik, bagaimana caranya mengatasi sampah agar tidak membahayakan kesehatan,” ucapnya.

Lanjut Intan, kami berharap ada upaya Pemerintah Desa (Pemdes) setempat jemput bola melapor ke dinas terkait untuk menangani hal ini.

“Jangan sampai Kampung disini rawan akan berbagai penyakit dan kesehatan tidak terjamin,” ungkapnya.

Dalam hal ini warga minta ada bantuan khusus untuk alokasi anggaran bank sampah, pasalnya di kampung tersebut masih minim akan tepat pembuangan sampah. Hingga saat ini masih belum terealisasikan, padahal program bantuan dikucurkan pemerintah begitu besar, kenapa tidak bisa dan cukup untuk membangunan bank sampah atau tempat sampah.

Penulis: Jay
Editor: Dedy Rahman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *