Gulir ke bawah untuk membaca
Contoh Gambar di HTML

#
#
HOME

Warga Tambong Kabat Temukan Artefak di Petilasan Singo Wedono Desa Bareng

×

Warga Tambong Kabat Temukan Artefak di Petilasan Singo Wedono Desa Bareng

Sebarkan artikel ini
Foto: Tim Arkeologi bersama Kades Bareng, Saroni dan Perangkat Desa Bareng saat melakukan penelitian di Petilasan Singo Wedono Desa Bareng Kecamatan Kabat.
42 Pengunjung

Banyuwangi – Disaat melakukan Plesiran ke petilasan Singo Wedono, desa Bareng, kecamatan Kabat tepatnya hari Minggu lalu menemukan sebuah kapak persegi yang diketahui berbahan batu andesit (proses upam).

Seperti disampaikan warga desa Tambong yang saat itu berkunjung di Petilasan Singo Wedono yang diketahui dinilai sakral menurut warga desa Bareng menyimpan histori tradisi adat budaya yang patut dilestarikan sebagai bentuk nguri – nguri warisan leluhur.

Disaat berada di petilasan Singo Wedono tepatnya berada disebelah bawah tumpukan batu yang menyerupai meja tanpa disengaja saat duduk terlihat batu yang mirip kapak.

“Batu unik yang nampak berbeda dengan potongan batu disekitarnya tersebut akhirnya saya bawa dan keesokan harinya saya serahkan ke bidang Arkeologi Dinas Pariwisata Kabupaten Banyuwangi untuk dilakukan kajian dan penelitian. Batu mirip kapak itu diterima langsung mas Bayu untuk diteliti,” terangnya.

Ditempat terpisah, Tim Arkeologi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banyuwangi, Bayu Ari Wibowo S.S mengatakan, temuan kapak persegi yang berbahan batu andesit tersebut saat diteliti diperkirakan masuk pada masa Neolitikum biasa digunakan sebagai untuk bercocok tanam.

Temuan Artefak ini sudah mengalami pengupaman pada ujung tajaman terdapat bekas pakai. Ketika diukur memiliki panjang 16cm, lebar 5,6 cm, untuk bidang ketajaman 4,7 cm dan memiliki ketebalan 1,2 cm.

“Artefak ini kita register terlebih dulu dan kita display di museum Blambangan kantor Dispar Banyuwangi. Hal ini merupakan bagian dari sejarah peradaban masa lalu yang patut dilestarikan dan sebagai edukasi,” ungkapnya.

Begitupula disampaikan Sekdin Pariwisata & Kebudayaan Banyuwangi, Choliqul Ridha menyampaikan sangat mendukung secara positif dan mengapresiasi siapa saja yang menemukan benda bersejarah karena hal ini merupakan sebagai bentuk pelestarian sejarah, budaya tradisi adat warisan leluhur.

(Tyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *