PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
HOME

Warga Tambong Kabat Temukan Artefak di Petilasan Singo Wedono Desa Bareng

172
×

Warga Tambong Kabat Temukan Artefak di Petilasan Singo Wedono Desa Bareng

Sebarkan artikel ini
Foto: Tim Arkeologi bersama Kades Bareng, Saroni dan Perangkat Desa Bareng saat melakukan penelitian di Petilasan Singo Wedono Desa Bareng Kecamatan Kabat.

Banyuwangi – Disaat melakukan Plesiran ke petilasan Singo Wedono, desa Bareng, kecamatan Kabat tepatnya hari Minggu lalu menemukan sebuah kapak persegi yang diketahui berbahan batu andesit (proses upam).

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Seperti disampaikan warga desa Tambong yang saat itu berkunjung di Petilasan Singo Wedono yang diketahui dinilai sakral menurut warga desa Bareng menyimpan histori tradisi adat budaya yang patut dilestarikan sebagai bentuk nguri – nguri warisan leluhur.

Disaat berada di petilasan Singo Wedono tepatnya berada disebelah bawah tumpukan batu yang menyerupai meja tanpa disengaja saat duduk terlihat batu yang mirip kapak.

“Batu unik yang nampak berbeda dengan potongan batu disekitarnya tersebut akhirnya saya bawa dan keesokan harinya saya serahkan ke bidang Arkeologi Dinas Pariwisata Kabupaten Banyuwangi untuk dilakukan kajian dan penelitian. Batu mirip kapak itu diterima langsung mas Bayu untuk diteliti,” terangnya.

Ditempat terpisah, Tim Arkeologi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banyuwangi, Bayu Ari Wibowo S.S mengatakan, temuan kapak persegi yang berbahan batu andesit tersebut saat diteliti diperkirakan masuk pada masa Neolitikum biasa digunakan sebagai untuk bercocok tanam.

Temuan Artefak ini sudah mengalami pengupaman pada ujung tajaman terdapat bekas pakai. Ketika diukur memiliki panjang 16cm, lebar 5,6 cm, untuk bidang ketajaman 4,7 cm dan memiliki ketebalan 1,2 cm.

“Artefak ini kita register terlebih dulu dan kita display di museum Blambangan kantor Dispar Banyuwangi. Hal ini merupakan bagian dari sejarah peradaban masa lalu yang patut dilestarikan dan sebagai edukasi,” ungkapnya.

Pendaftaran Jurnalis – MetroMediaNews.co

MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *