SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
HOME

Empat Rumah dan Madrasah di Cianjur Rusak Parah Akibat Angin Puting Beliung

106
×

Empat Rumah dan Madrasah di Cianjur Rusak Parah Akibat Angin Puting Beliung

Sebarkan artikel ini

MetroMediaNews.co|Cianjur – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur akan segera dirikan tenda darurat untuk Madrasah DTA Hidayatul Mubtadin di Kampung/Desa Cihaur, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, yang ambruk akibat diterjang angin puting beliung dan hujan lebat,pada Rabu (12/2/2020).

Sekertaris BPBD Mokhammad Irfan Sopyan menjelaskan, bencana puting beliung yang terjadi di wilayah Kecamatan Cibeber tersebut mengakibatkan sekitar empat rumah warga rusak, termasuk sebuah banguan Madrasah DTA Hidatatul Mubtadin mengalamai rusak berat.

“Akibat puting beliung tersebut dua dari tiga ruangan kelas dalam satu bangunan tersebut rusak, namun karena dikhawatirkan ambruk dan memimpa orang sehingga di robohkan,” katanya pada wartawan, Kamis (13/2/2020).

Akibat bangunan madrasah itu rusak, lanjut dia, sekitar 150 murid terpaksa diliburkan untuk sementara. Beruntung tidak ada siswa yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

“Kami akan segera dirikan tenda darurat untuk dijadikan ruang kelas sementara agar semua siswa bisa kembali melakukan kegiatan belajar. Namun untuk saat ini berapa tenda yang akan didirikan kita masih menunggu pihak Madrasah,” katanya.

Ia menjelaskan terkait tenda darurat yang akan didirikan tersebut pihaknya masih menunggu assement.

Irfan berharap tenda darurat tersebut semoga didirikan tidak jauh dari lokasi bangunan madrasah yang ambruk itu.

Sementara itu, Enung (43), seorang guru madrasah mengisahkan, sebelum ambruk, hujan lebat disertai angin kencang melanda wilayah tersebut.

“Tidak tahu sebabnya, namun sebelum kejadian hujan memang turun sangat deras dan angin kencang, setelah itu aliran listrik langsung mati,” ungkapnya.

Menurutnya, bangunan yang ambruk adalah atap bagian depan. Sedangkan atap bagian belakang tertahan, namun kondisinya juga rusak. Bangunan madrasah tersebut terbagi ke dalam tiga ruang kelas dengan jumlah siswa sebanyak 150 orang.

“Untungnya saat ambruk kegiatan belajar mengajar sudah selesai. Namun, dipastikan aktivitas belajar mengajar berhenti duku untuk sementara,” pungkasnya.

Editor: Red
Penulis: Jay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *