SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
Cianjur

Tepian Rempah, Hadirkan Ruang Laut ke Atas Panggung

74
×

Tepian Rempah, Hadirkan Ruang Laut ke Atas Panggung

Sebarkan artikel ini

Metromedianews.co, Bandung – Empat penari hadir dalam balutan kostum yang dirancang khusus dengan kerlip lampu dan alunan musik penuh gairah. Pertunjukan Tepian Rempah dimulai, seluruh penonton dibawa mendayung ke ujung laut Nusantara lewat gambar-gambar multimedia. Gedung Pertunjukan Sunan Ambu ISBI Bandung, Jumat (30/9/2022) petang itu mendadak riuh.

Yanti Heriyawati sebagai Executive Producer karya Tepian Rempah, menjelaskan, proses kreatif kekaryaan yang ditampilkan menjelang Parade Gagasan Pasar Kreatif Seni Budaya itu dilakukan setelah melalui jelajah riset kemaritiman dari Sabang sampai Meurauke.

“Sebagai salah satu karya seni yang diproduksi dalam rangkaian isu Jelajah Negeri Maritim dari riset Floating Heritage Festival, Tepian Rempah dirumuskan untuk menjadi bagian dari literasi seni budaya maritim,” kata Yanti yang juga menjabat Direktur Pascasarjana ISBI Bandung itu.

Tim Periset  yang terdiri dari Yanti Heriyawati, Afri Wita, dan Juju Masunah dengan segudang pengalaman mereka masing-masing dibidang riset  berhasil merumuskan konsep dan narasi kekaryaan yang apik cukup membuat penonton yang hadir terpaku hingga akhir.

Terpisah Afri Wita yang berperan sebagai narration Tepian Rempah, menjelaskan, karya ini diharapkan bisa menjadi model pertunjukan alternatif dalam pemenuhan kebutuhan ruang berkesenian dan berkebudayaan berbasis maritim. Eksplorasi video mapping yang mengiringi sepanjang pertunjukan mengantarkan apa yang disebutkan Afri Wita tidak terlalu berlebihan.

“Kami memang berharap pertunjukan ini memantik kesadaran kolektif terkait literasi lingkungan ruang laut dan kemaritiman di tanah air,” sebut Wita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *